iNewsBanten, Tangerang - Cuaca ekstrem menimbulkan kerusakan. Kali ini, Sati (63), seorang lansia di Talok, Kresek, Tangerang, harus menelan pil pahit, rumah yang ditempatinya puluhan tahun roboh diterjang angin kencang.
Hujan deras disertai angin menggila yang melanda wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir menyisakan puing dan dukai.
Bangunan yang sudah lama berdiri itu tak mampu melawan amukan alam. Dalam hitungan menit, rumah sederhana milik Sati ambruk rata dengan tanah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, Sati kini kehilangan satu-satunya tempat berlindung di usia senja.
Puing-puing bangunan berserakan, menjadi saksi betapa rapuhnya hunian yang sudah tak layak huni menghadapi cuaca ekstrem.
Kondisi ini sekaligus menjadi peringatan keras akan bahaya laten rumah-rumah tua yang luput dari perhatian.
Menanggapi kejadian itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung ke lokasi pada Rabu (14/1/2026).
Dia memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun kembali rumah Sati agar layak, aman, dan sehat untuk dihuni.
“Rumah ini akan kami bangun ulang dengan standar yang lebih baik, memiliki ventilasi, kamar mandi, dan ruang tidur yang layak,” tegas Maesyal.
Dia juga mengingatkan masyarakat dan aparat wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana susulan.
Pemerintah, kata dia, tak akan tinggal diam saat warganya tertimpa musibah.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
