LEBAK, iNewsBanten – Warga Kampung Gambir, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, masih diliputi kecemasan serius pascakejadian longsor yang mengancam permukiman mereka. Hingga Selasa (27/1/2026), trauma dan rasa takut akan longsor susulan terus menghantui kehidupan warga.
Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan tidur dan kehilangan selera makan akibat kekhawatiran yang terus-menerus. Kondisi ini diperparah karena sebagian warga terpaksa masih bertahan di rumah masing-masing yang lokasinya tidak jauh dari titik longsoran.
Potensi terjadinya longsor susulan membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu. Mereka hidup dalam bayang-bayang bencana, terutama saat hujan turun atau terdengar suara gemuruh dari arah tebing.
“Tidur kami sudah tidak nyenyak, makan pun jadi tidak enak. Setiap saat kepikiran longsor lagi. Kami takut terjadi yang lebih besar karena sampai sekarang masih tinggal di sini,” ujar Uus, salah satu warga terdampak.
Ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar warga bisa mendapatkan rasa aman. “Semoga suara kami didengar. Kami hanya ingin rasa aman,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, baik melalui penanganan darurat, relokasi sementara, maupun upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya bencana susulan yang lebih besar.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
