TANGERANG, iNewsBanten – Aksi sigap personel UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Ciledug, BPBD Kota Tangerang, berhasil menyelamatkan seorang balita berinisial Y (2) yang jari telunjuknya terjepit di lubang kotak oven pembuat kue, Minggu (15/3/2026).
Peristiwa itu terjadi di kediaman korban di Jalan Raden Saleh, RT 004/RW 02 No. 50, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.
Insiden bermula saat korban tengah bermain di sekitar rumah. Tanpa disadari, bocah tersebut memainkan oven yang baru saja digunakan oleh sang ibu untuk membuat kue kering menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Usai dibersihkan, oven tersebut dijemur di halaman rumah. Namun, kurangnya pengawasan membuat Y memasukkan jari telunjuk tangan kirinya ke salah satu lubang kecil pada bodi oven hingga terjepit dan tidak bisa dilepaskan.
Tangisan histeris korban sontak membuat panik orang tua dan warga sekitar. Mereka pun segera meminta bantuan ke Pos Damkar Ciledug.
Komandan Regu (Danru) 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan dan membutuhkan ketelitian tinggi.
“Kami menggunakan gerinda kecil dan obeng untuk memperlebar lubang secara perlahan. Prosesnya harus sangat hati-hati agar tidak melukai jari anak,” ujarnya.
Evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Berkat kesabaran dan keahlian petugas, jari korban akhirnya berhasil dikeluarkan tanpa mengalami luka serius.
“Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar dan tidak ada luka pada korban,” tambahnya.
Orang tua korban pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas respons cepat serta ketelitian petugas Damkar dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada petugas yang sudah membantu dengan sigap dan sabar,” ucapnya.
Sementara itu, BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak saat berada di dekat peralatan rumah tangga yang berpotensi membahayakan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa benda-benda sederhana di sekitar rumah pun dapat menimbulkan risiko jika tidak diawasi dengan baik, khususnya bagi anak-anak.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
