Dua Kali Mangkir, Polda Banten Kembali Panggil Eks Kasatpol PP Tangerang Terkait Dugaan Pelecehan

Sultan Tanjung
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea saat diwawancarai awak media.

Tangerang, iNews Banten - Polda Banten menjadwalkan pemeriksaan ketiga terhadap Ana Supriyatna terkait laporan dugaan pelecehan seksual terhadap bawahannya saat masih menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, penyidik telah dua kali mengirimkan undangan klarifikasi kepada Ana. Namun, Ana tidak hadir dalam kedua pemanggilan tersebut.

"Kemarin diundang untuk undangan klarifikasi yang kedua terhadap saudara Ana Supriyatna dan tidak hadir," ujar Maruli, Selasa (6/10/2026).

Karena Ana kembali tidak hadir, penyidik kemudian mengirimkan undangan pemeriksaan ketiga. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/10/2026).

"Telah kami kirimkan undangan klarifikasi ketiga untuk di hari Rabu," jelasnya.

iNews.id telah berupaya mewawancarai Ana Supriyatna terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya serta alasan mangkirnya yang bersangkutan dari pemeriksaan polisi.

Upaya wawancara melalui pesan singkat maupun telepon juga telah dilakukan. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Ana sebelumnya mencuat setelah sejumlah pegawai Satpol PP Kabupaten Tangerang memasang poster bertuliskan "I Stand With The Victims Against Sexual Assault" di sejumlah ruangan kantor.

Dugaan tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Banten. Polisi menyatakan masih mendalami laporan yang telah diterima tersebut.

Berdasarkan laporan polisi, dugaan peristiwa itu terjadi di ruang kerja Kasatpol PP Kabupaten Tangerang pada Rabu (2/9/2026).

Maruli menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelapor bertemu dengan Ana di salah satu ruangan kantor Satpol PP. Saat itu, Ana disebut menjulurkan tangan ke arah pelapor.

Pelapor yang mengira Ana hendak mengajaknya bersalaman kemudian menyambut tangan tersebut. Setelah itu, berdasarkan laporan yang diterima polisi, terjadi dugaan pelecehan seksual hingga pelapor disebut sempat memberontak.

"Korban tidak terima kemudian membuat laporan," kata Maruli.



Editor : Mahesa Apriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network