Munggahan dengan Bancakan Nasi Liwet, Tradisi Jelang Ramadan Warga Cacat Veteran Ciracas Kota Serang

SERANG, iNewsBanten - Marhaban ya Ramadhan. Ramadhan tahun 2025 / 1446 H atau bulan suci penuh berkah telah tiba.
Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1446 H/ 2025 M, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, yakni tidak makan dan minum serta menahan hawa nafsu.
Ada berbagai tradisi sebelum puasa di Indonesia yang masih dilestarikan sampai sekarang. Pada umumnya, sebagian masyarakat akan berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara yang diisi dengan kegiatan Tasyakuran atau Bancakan atau makan bersama.
Sebanyak 48 kepala keluarga (KK) warga Perumahan Komplek Cacat Veteran Ciaracas Rt 03 Rw 010, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, mengadakan makan bersama atau bancakan, Kamis (27/2/2025) .
Bancakan ini, menjadi tradisi setiap tahun warga Perumahan Komplek Cacat Veteran Ciracas Serang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Chandra selaku Ketua Rt setempat mengatakan, acara Bancakan atau Tasyakuran ini, diikuti oleh puluhan warga, mulai dari orangtua sampai anak-anak.
Chandra menuturkan, tradisi ini sudah menjadi agenda tahunan warga Perumahan Komplek Cacat Veteran, Ciracas Serang.
"Tradisi Bancakan atau Tasyakuran ini, memang inisiatif warga untuk mempererat silaturahmi. Dengan kegiatan babacakan seperti ini, suasana kehangatan dan kekeluargaan semakin terasa," ujarnya.
"Silaturahim penting dilakukan agar kita memasuki bulan puasa dengan jiwa yang bersih, penuh ketenangan, keikhlasan semata ingin mengharapkan berkah dari Allah SWT," sambungnya.
Harapannya, puasa Ramadhan 1446 H/ 2025 M dapat dilaksanakan oleh semua umat Islam, khususnya warga Perumahan Komplek Cacat Veteran Ciaracas Rt 03 Rw 010, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, dengan penuh kesadaran iman dan pengharapan terhadap Allah SWT, serta mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan menjaga dirinya sebagaimana mestinya serta diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
"Tradisi ini, juga merupakan wujud syukur dan gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan yang sangat utama, bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan" ujar Chandra.
Akan tetapi awal puasa Ramadhan tetap menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Republik Indonesia, yang akan melaksanakan Sidang Isbat penentuan awal puasa Ramadhan 2025/1446 H," pungkasnya.
Editor : Mahesa Apriandi