Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Peduli Terhadap Kesehatan Masyarakat, Karang Taruna Kelurahan Randakari Bagikan Masker Pasca Erupsi
Advertisement . Scroll to see content

Langkah Menuju Ka'bah, Perjalanan Haji Luar Biasa Pria Cilegon dari Tamanbaru Jalan Kaki ke Makkah

Jum'at, 27 Juni 2025 | 09:56 WIB
  • author Chaerul
Langkah Menuju Ka'bah, Perjalanan Haji Luar Biasa Pria Cilegon dari Tamanbaru Jalan Kaki ke Makkah
Samanudin jamaah haji asal Tamanbaru Cilegon saat di depan Ka'bah (foto istimewa)

CILEGON, iNewsBanten – Perjalanan spiritual seorang warga Kota Cilegon, Samanudin, menjadi sorotan setelah berhasil tiba di Makkah hanya dengan berjalan kaki. Pria asal Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil ini memulai langkahnya dari Indonesia dan melintasi berbagai negara dan gurun pasir demi menunaikan ibadah haji.

Dengan tekad kuat dan niat tulus, Samanudin memulai perjalanan dari kampung halamannya menuju Tanah Suci. Rute panjang yang ditempuh bukan hanya sekadar lintasan geografis, tetapi juga sarat makna spiritual dan ujian fisik. Ribuan kilometer dilaluinya demi memenuhi nazar pribadi untuk menunaikan haji dengan cara tak biasa.

Inspirasi dari langkahnya mengingatkan publik pada kisah-kisah serupa. Di Inggris, Adam Muhammad menempuh perjalanan 6.500 kilometer ke Makkah selama 11 bulan. Indonesia pun punya cerita inspiratif lain, seperti Muhammad Khamim dari Pekalongan. Kini, giliran Samanudin membawa nama Cilegon sebagai saksi sejarah perjalanan haji penuh keikhlasan.

 


(Langkah Menuju Ka'bah, Perjalanan Haji Luar Biasa Pria Cilegon dari Tamanbaru Jalan Kaki ke Makkah)

 

 

Lurah Tamanbaru, Furkon, membenarkan bahwa warganya itu pernah berpamitan sebelum memulai perjalanan. “Beliau pamit langsung kepada kami di kelurahan. Kami tidak menyangka tekadnya sedemikian besar untuk berjalan hingga ke Tanah Suci. Ini menjadi bukti nyata bahwa niat dan keyakinan mampu menaklukkan batas,” ujar Furkon, Jumat (27/6/2025).

Samanudin sendiri menceritakan bahwa perjalanannya tidak selalu mudah. “Saya hanya membawa bekal seadanya. Setiap hari saya melangkah dan berserah kepada Allah. Ada yang mendukung, ada juga yang menganggap saya gila. Tapi saya percaya, jika niat baik, pasti Allah bantu. Dan kini, saya bisa menyentuh Ka'bah,” tutur Samanudin dari Makkah.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut