get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Kunjungan Wisata Nataru di Lebak Capai 150 Ribu, Turun hingga 40 Persen Akibat Cuaca Ekstrem

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:45 WIB
header img
Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep M Holis saat memaparkan jumlah kunjungan wisatawan saat Nataru.

LEBAK, iNewsBanten - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 150.030 orang. Meski target kunjungan berhasil tercapai, angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 250 ribu wisatawan. Selasa (06/01/2026).

 

Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, mengatakan secara umum pelaksanaan libur Nataru tahun ini berjalan lancar tanpa gangguan berarti di lapangan. Namun, tren penurunan jumlah wisatawan tidak dapat dihindari.

 

“Alhamdulillah, secara pelaksanaan di lapangan libur Nataru berjalan sangat lancar. Target kunjungan kami sekitar 150 ribu wisatawan dan itu tercapai, bahkan sedikit lebih,” ujar Yosep.

 

Menurut Yosep, penurunan kunjungan wisatawan selama libur Nataru tahun ini berada di kisaran 30 hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menegaskan, penurunan tersebut bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari berbagai kondisi.

 

Salah satu faktor utama adalah masifnya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem selama masa liburan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap minat wisatawan, khususnya pada destinasi wisata alam dan pantai yang menjadi andalan Kabupaten Lebak.

 

“Sebagian besar destinasi kita adalah ekowisata dan wisata alam, terutama pantai. Informasi cuaca ekstrem membuat wisatawan khawatir, sehingga mereka menghindari wisata bahari dan memilih destinasi yang dianggap lebih aman,” jelasnya.

Meski demikian, Disbudpar mencatat adanya pergeseran pola kunjungan wisata. Sejumlah destinasi wisata budaya dan buatan justru mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Nataru. Destinasi Lereng Cibolang, misalnya, berhasil menarik lebih dari 12.000 wisatawan. Sementara Kampung Budaya Baduy dikunjungi sekitar 7.200 orang, disusul Makam Oong Sogati di Desa Jera dengan sekitar 6.100 kunjungan.

 

“Selain itu, destinasi ziarah Cokel, BIM Water Park, sejumlah objek wisata di wilayah perkotaan, hingga Museum Multatuli juga menunjukkan angka kunjungan yang cukup baik,” kata Yosep.

 

Selain faktor cuaca, Yosep menyebut kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi mobilitas wisata. Tekanan ekonomi yang dirasakan dalam dua hingga tiga tahun terakhir berdampak pada daya beli masyarakat, termasuk untuk aktivitas berwisata.

 

Tak hanya itu, persoalan aksesibilitas menuju sejumlah destinasi wisata serta pengelolaan objek wisata yang belum sepenuhnya optimal masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

 

“Kami menyadari masih ada akses menuju destinasi yang belum sempurna dan pengelolaan yang perlu terus dibenahi. Karena itu, tahun ini kami tidak memasang target setinggi tahun sebelumnya,” ujarnya.

Secara regional, penurunan kunjungan wisata juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Provinsi Banten, khususnya destinasi wisata bahari. Yosep mencontohkan kawasan wisata Krakatau serta pantai-pantai di Kabupaten Pandeglang yang mengalami tren serupa selama periode Nataru.

 

Meski demikian, secara kumulatif tahunan, sektor pariwisata Kabupaten Lebak tetap menunjukkan capaian positif. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat melampaui 1,1 juta orang, melebihi target yang telah ditetapkan.

 

“Bagi kami, kunjungan bukan hanya soal jumlah orang datang, tetapi juga berapa lama mereka tinggal dan seberapa besar perputaran ekonomi yang terjadi di Lebak,” tutur Yosep.

 

Terkait kontribusi terhadap pendapatan daerah, Yosep menjelaskan bahwa saat ini retribusi pariwisata baru diterapkan di tiga destinasi utama, yakni Sawarna, Bagedur, dan pemandian air panas. Mulai tahun depan, skema pendapatan akan beralih dari retribusi ke pajak, seiring dengan perubahan kebijakan pengelolaan.

 

“Target pendapatan dari sektor pariwisata sekitar Rp300 juta dan sejauh ini tercapai. Ke depan, fokus kami bukan hanya menarik kunjungan, tetapi juga membina pengelola destinasi agar industri pariwisata Lebak benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut