get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik, Pengrajin Tempe di Pandeglang Terpaksa Kurangi Karyawan

Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB
header img
Pengrajin tempe di Pandeglang menjerit, harga plastik dan kedelai impor naik. (Foto: iNewsBanten).

PANDEGLANG, iNewsBanten - Kenaikan harga bahan baku kembali memukul pelaku usaha kecil. Kali ini, para pengrajin tempe di wilayah Pandeglang, Banten, harus menghadapi lonjakan harga kedelai impor dan plastik pembungkus yang berdampak langsung pada kelangsungan usaha mereka. Senin (06/04/2026).

 

Kondisi tersebut terlihat di salah satu sentra produksi tempe rumahan milik Yadi, yang berada di Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari. Aktivitas produksi masih berjalan seperti biasa, namun tidak lagi seramai sebelumnya. Sejumlah pekerja tampak sudah tidak lagi beraktivitas di tempat tersebut.

 

Yadi mengaku harus memutar otak untuk menekan biaya operasional agar usahanya tetap bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku yang cukup signifikan.

 

“Harga kedelai impor sekarang naik sekitar Rp5.000, dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Sementara plastik pembungkus juga naik hingga 100 persen, dari Rp28.000 menjadi Rp52.000 per kilo,” ujar Yadi.

 

Kedelai impor, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat, memang menjadi bahan utama dalam produksi tempe. Kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir membuat biaya produksi meningkat tajam. Ditambah lagi dengan lonjakan harga plastik sebagai bahan pendukung, beban usaha semakin berat.

Meski menghadapi tekanan biaya, Yadi memilih untuk tidak mengurangi ukuran maupun menaikkan harga jual tempe demi menjaga daya beli konsumen. Namun, keputusan tersebut membawa konsekuensi berat.

 

Ia terpaksa merumahkan enam orang karyawannya guna menekan pengeluaran produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, Yadi khawatir usahanya tidak akan mampu bertahan.

 

“Kalau terus begini, bisa-bisa usaha saya tutup,” katanya.

 

Di tengah situasi sulit ini, Yadi berharap pemerintah segera turun tangan, terutama dalam menstabilkan harga kedelai dan bahan baku lainnya agar pelaku usaha kecil tetap bisa bertahan.

 

Kenaikan harga bahan baku yang tidak terkendali dinilai tidak hanya mengancam keberlangsungan usaha mikro, tetapi juga berpotensi berdampak pada ketersediaan pangan berbasis kedelai di masyarakat.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut