Di Tengah Tekanan Isu Lingkungan, Pembangkit Listrik di Banten Tembus Standar Hijau Nasional
CILEGON, iNewsBanten - Tekanan terhadap sektor energi berbasis fosil yang dinilai berkontribusi pada pencemaran lingkungan dan emisi karbon terus meningkat, seiring tuntutan global terhadap praktik industri yang lebih berkelanjutan. Di tengah tantangan tersebut, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 1 Suralaya justru mencatatkan kinerja positif dengan meraih peringkat PROPER Hijau 2026.
Penghargaan tersebut diberikan melalui program PROPER yang diinisiasi pemerintah, dan menjadi tolok ukur kinerja lingkungan perusahaan di Indonesia. Dalam penilaian ini, kategori hijau menandakan adanya efisiensi energi, pengurangan emisi, serta inovasi sosial dan lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa capaian PROPER bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan refleksi dari transformasi model bisnis menuju keberlanjutan. Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas industri.
Di sisi perusahaan, manajemen UBP Suralaya menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi dalam menjalankan berbagai program efisiensi dan inovasi lingkungan. Upaya tersebut mencakup optimalisasi penggunaan energi, pengelolaan limbah berbasis prinsip reduce-reuse-recycle, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Senior Manager UBP Banten 1 Suralaya, Nugroho Prasetyo Rubiyanto, mengatakan bahwa keberhasilan ini memperkuat arah transformasi perusahaan menuju pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga capaian, tetapi juga meningkatkan standar pengelolaan agar selaras dengan target pembangunan berkelanjutan.
Di tengah sorotan terhadap sektor energi berbasis fosil, capaian PROPER Hijau ini menunjukkan bahwa pembangkit listrik tetap memiliki ruang untuk beradaptasi melalui inovasi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Ke depan, langkah-langkah konkret seperti penurunan emisi dan efisiensi operasional akan menjadi penentu keberlanjutan industri energi di Indonesia
Editor: Mahesa Apriandi