Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur Banten Tinjau Langsung Penyisiran 5 Jurnalis dan 3 Awak Speedboat
Advertisement . Scroll to see content

Temuan Life Jacket Bikin Geger, Pemilik Kapal Tegaskan Bukan Milik Rombongan Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 | 02:01 WIB
  • author Romli
Temuan Life Jacket Bikin Geger, Pemilik Kapal Tegaskan Bukan Milik Rombongan Jurnalis
Pemilik Kapal Pastikan Kalo life jacket bukan Miliknya

Pandeglang, iNews Banten – Polda Banten menyampaikan perkembangan terbaru terkait operasi pencarian terhadap rombongan awak kapal dan wartawan yang hingga saat ini masih mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki temuan life jacket tersebut.

"Benda tersebut telah diamankan oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ujarnya pada Jum'at (11/09).

Ditempat yang sama, Pemilik Kapal Pak Sandi menjelaskan bahwa life jacket yang ditemukan tersebut dipastikan bukan merupakan perlengkapan milik kapal Arupadatu 1 yang digunakan oleh rombongan yang dilaporkan hilang kontak.

“Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2. Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya, dapat dipastikan bahwa objek life jacket yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak,” jelasnya.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol Dr. I Gusti Gede Dharma Arimbawa menjelaskan bahwa pihaknya juga terus melakukan proses antemortem sebagai bagian dari upaya memastikan identitas apabila nantinya ditemukan korban dalam operasi pencarian.

"Dalam penanganan korban bencana, proses identifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, serta rekonsiliasi. Untuk proses antemortem, kami telah mendapatkan delapan data dari keluarga korban. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban. Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” jelasnya.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut