Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Upaya Pencegahan Bahaya Narkoba TNI Bekerjasama dengan BNN Cilegon Gelar Penyuluhan Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Razia Gabungan Rutan Pondok Bambu Tak Temukan Narkoba dan Ponsel Ilegal

Rabu, 16 September 2026 | 05:11 WIB
  • author Erdi
Razia Gabungan Rutan Pondok Bambu Tak Temukan Narkoba dan Ponsel Ilegal
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) DKI Jakarta bersama aparat TNI dan Polri menunjukan hasil razia gabungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pondok Bambu, Jakarta. (Foto : Istimewa).

SERANG, iNewsBanten - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) DKI Jakarta bersama aparat TNI dan Polri melakukan razia gabungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pondok Bambu, Jakarta Timur, sebagai bagian dari penguatan keamanan dan kepatuhan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen PAS DKI Jakarta Edi Sigit Budiman mengatakan kegiatan penggeledahan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di sejumlah satuan kerja pemasyarakatan di wilayah DKI Jakarta, baik lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rutan.

"Kegiatan pada malam hari ini adalah kegiatan rutin penggeledahan razia di UPT pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta, baik lapas maupun rutan," kata Edi saat ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, Senin malam.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, razia dilakukan secara gabungan dengan melibatkan personel internal pemasyarakatan bersama unsur TNI dan Polri.

Menurut Edi, sinergi lintas instansi tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan pengawasan berjalan secara optimal sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam rutan.

"Ini perintah Bapak Direktur Jenderal, kita melaksanakan kegiatan semuanya bersinergi dengan aparat terkait, baik TNI maupun Polri," ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal yang dikuasai atau digunakan warga binaan.

"Alhamdulillah pada malam hari ini kita melaksanakan razia. Tidak ditemukan barang-barang narkoba maupun alat komunikasi yang ilegal," kata Edi.

Meski demikian, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang dinilai penggunaannya perlu dibatasi di dalam rutan. Barang-barang tersebut selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Edi menjelaskan tidak seluruh barang yang diamankan dalam razia merupakan barang terlarang. Sejumlah barang masih dapat ditoleransi penggunaannya, tetapi ada pula barang yang penggunaannya dibatasi karena berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban.

Ia mencontohkan peralatan makan berbahan besi atau stainless steel sebagai salah satu jenis barang yang penggunaannya dibatasi bagi warga binaan.

"Kalau yang ada ini bukan tidak boleh digunakan, hanya dibatasi. Contoh seperti sendok ini misalnya yang terbuat dari besi atau stainless tidak bisa digunakan di dalam," katanya.

Selain peralatan makan, petugas juga mengamankan sejumlah obat-obatan yang sebelumnya berasal dari klinik Rutan Pondok Bambu. Menurut Edi, obat-obatan tersebut merupakan barang legal dan diberikan melalui layanan kesehatan rutan, tetapi tidak seluruhnya dihabiskan oleh warga binaan sesuai dengan ketentuan penggunaan.

Obat yang tersisa kemudian diamankan petugas untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan dan selanjutnya dimusnahkan.

"Obat-obat yang ada pada malam hari ini adalah obat-obat yang memang dari klinik, tetapi oleh warga binaan tidak digunakan. Sehingga kita sita kemudian kita musnahkan," ujarnya.

Edi mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan. Sebab, obat yang semestinya digunakan berdasarkan resep dan jangka waktu tertentu berpotensi disalahgunakan apabila tersimpan atau digunakan tanpa pengawasan petugas.

"Kita khawatirkan obat-obatan ini disalahgunakan oleh warga binaan. Jadi mungkin karena obat itu resepnya harus tiga hari, tapi warga binaan tersebut satu hari sudah dirasa sembuh maka yang bersangkutan sudah tidak digunakan. Oleh sebab itu kita sita untuk kemudian kita musnahkan," katanya.

Ia menegaskan obat-obatan yang diamankan dalam kegiatan tersebut bukan merupakan barang ilegal, melainkan obat yang secara resmi berasal dari klinik Rutan Pondok Bambu dan kemudian tidak lagi digunakan oleh warga binaan.

Selain mencegah penyalahgunaan obat, pengamanan barang-barang dengan penggunaan terbatas juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Edi menambahkan kegiatan penggeledahan di lingkungan pemasyarakatan dilaksanakan secara berkala maupun insidental. Razia gabungan yang digelar pada Senin malam merupakan salah satu kegiatan insidental yang dilakukan berdasarkan perintah pimpinan.

"Kegiatan ini rutin kita laksanakan, baik rutin secara berkala maupun insidental. Jadi seperti malam hari ini adalah insidental," katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang turut mendukung pelaksanaan razia gabungan tersebut sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Terima kasih dukungannya dari Bapak TNI maupun dari Polri sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," ujar Edi.

Pengawasan dan penggeledahan secara rutin maupun insidental tersebut diharapkan dapat memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan serta memastikan kondisi rutan tetap aman dan tertib.

Selain itu, sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan, khususnya dalam mencegah peredaran narkoba, penggunaan alat komunikasi ilegal, serta masuknya barang-barang yang berpotensi disalahgunakan di dalam rutan.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut