Surakman Kru Kapal Arupdhatu Yang Hilang Ditemukan Akan Di Makamkan Di Kampung Halamannya Carita
SERANG, iNewsBanten - Kabar terbaru press conference Polda banten menyatakan korban adalah Surakman awak kapal yang hilang saat ikut meliput bersama lima jurnalis yang hilang, Ditemukan 380 kilometer dari titik hilang.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, warga sempat memakamkan jenazah tersebut sebelum petugas mengidentifikasinya melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Ditemukan oleh warga yang bersamaan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan oleh kita di Selat Sunda,” kata Maruli di Serang, Rabu (23/9/2026).
Menurut Maruli, warga Pulau Enggano tidak mengenali sosok jenazah yang mereka temukan. Oleh karena itu, warga langsung memakamkannya sebelum petugas menggelar proses identifikasi.
“Setelah itu dilakukan autopsi meliputi gigi dan sejumlah lainnya, ditemukan masyarakat Pulau Enggano, saat itu warga tidak merasa ada yang kelihatan keluarganya, sehingga jenazah sempat dikubur,” ujarnya.
Setelah memeriksa fisik dan mencocokkan sampel DNA sehari usai pemakaman, petugas memastikan jenazah tersebut adalah Surakman alias Sukarman, warga Carita, Kabupaten Pandeglang. Korban merupakan salah satu dari tiga kru kapal Arupadhatu 1.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dapat diidentifikasi sebagai Sukarman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Sebelumnya, jenazah ditemukan oleh seorang nelayan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara, dan kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan Bengkulu pada 12 September 2026, atau pada hari kelima pelaksanaan Operasi SAR.
“Untuk barang buktinya hanya jenazahnya saja, jenazah rencananya besok akan dibawa ke Banten,” tutur Maruli.
Saat ini jenazah Surakman masih berada di Bengkulu. Personel Polairud berencana menjemput dan membawa jenazah tersebut ke Banten.
Surakman merupakan ABK Arupadhatu 1 yang mengantar lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026) lalu. Hingga saat ini, tim SAR gabungan baru menemukan satu dari delapan orang yang berada di kapal tersebut.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dapat diidentifikasi sebagai Sukarman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Rencana jenazah almarhum Surakman akan dipulangkan Kamis (24/09/2026), evakuasi pemulangan almarhum lewat bandara soetta, rencana akan dimakamkan di Pemakaman TPU Kidemang Carita Pandeglang.
Editor: Mahesa Apriandi