Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bocah 12 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Tetangga di Serang Diiming-imingi Uang Rp30 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Bullying hingga Diskriminasi Jadi Sorotan, Bupati Serang Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak

Selasa, 29 September 2026 | 08:34 WIB
  • author Erdi
Bullying hingga Diskriminasi Jadi Sorotan, Bupati Serang Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak
Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman jenjang Sekolah Dasar yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang di Swiss-Belinn Modern Cikande, foto: ist

SERANG, iNewsBanten - Kasus perundungan, diskriminasi, hingga perlakuan yang membuat anak merasa tidak nyaman menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Serang. Sekolah diminta tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perlakuan yang merugikan.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan, menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga orang tua, tenaga pendidik, serta organisasi perangkat daerah yang memiliki tugas dalam perlindungan anak.

Penegasan tersebut disampaikan Ratu Zakiyah saat menghadiri Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman jenjang Sekolah Dasar yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang di Swiss-Belinn Modern Cikande, Selasa (29/9/2026).

“Sekolah harus menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Itu yang pertama. Tapi itu tidak bisa satu sektor saja, misalnya Dinas Pendidikan, harus terintegrasi dan bekerja sama dengan DP3AKB,” ujar Ratu Zakiyah.

Menurutnya, perlindungan anak juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu serta layanan pendidikan. Karena itu, keterlibatan Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dinilai penting untuk memberikan penguatan kepada para kepala sekolah.

Ratu Zakiyah juga meminta kepala sekolah menjadi contoh bagi seluruh guru dan perangkat sekolah. Keteladanan dari pimpinan sekolah dinilai penting agar budaya positif tersebut dapat diterapkan hingga kepada para siswa.

“Kalau kepala sekolah memberikan contoh yang terbaik, tentu para guru juga bisa memberikan contoh yang terbaik untuk anak-anak muridnya,” katanya.

Selain lingkungan sekolah, komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua juga menjadi perhatian. Ratu Zakiyah menilai pendidikan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada guru.

“Perlu kolaborasi dan sinergi dengan para orang tua murid. Salah satunya membatasi anak bermain gawai,” ujarnya.

Ratu Zakiyah menyebut secara umum lingkungan sekolah yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang masih dalam kondisi aman dan nyaman. Namun, ia mengakui masih terdapat satu atau dua titik yang perlu menjadi perhatian bersama karena adanya oknum yang melakukan tindakan tidak diinginkan.

Menurutnya, setiap indikasi kejanggalan di lingkungan pendidikan harus segera diperhatikan dan disampaikan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

“Itu menjadi keseriusan dan keprihatinan kita bersama. Tidak hanya leading sektor di wilayah pendidikan saja, tapi semua elemen masyarakat harus bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Aaber Nurhadi mengatakan budaya sekolah aman dan nyaman diharapkan mampu menghapus praktik bullying, diskriminasi maupun perlakuan berbeda terhadap peserta didik.

“Diharapkan ke depan anak-anak di sekolah merasa nyaman, tidak lagi ada diskriminasi, tidak lagi ada perbedaan-perbedaan,” kata Aaber.

Ia menjelaskan, penerapan budaya sekolah aman dan nyaman mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Untuk menjalankannya, Pemkab Serang membangun kolaborasi lintas sektor melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Pokja tersebut diketuai Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, dengan Bapperida sebagai wakil ketua dan Dindikbud sebagai sekretaris. Sejumlah organisasi perangkat daerah juga dilibatkan, di antaranya DP3AKB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

“Harapannya tidak lagi ada diskriminasi kepada anak-anak, kepada murid. Kemudian ada pelayanan yang sebaik-baiknya untuk lingkungan sekolah agar mereka merasa betah dan nyaman di sekolah,” ujarnya.

Kepala BPMP Provinsi Banten pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi langkah Pemkab Serang yang telah menerbitkan Peraturan Bupati mengenai Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurut Aria, pembentukan Pokja tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman di Kabupaten Serang.

Ia menyebut Banten termasuk provinsi yang lebih awal mendorong pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut