Wali Kota Cilegon Disorot Usai Telat Hadiri Paripurna APBD
CILEGON, iNewsBanten- Keterlambatan Wali Kota Cilegon Robinsar menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon, Rabu (30/9/2026), mendapat sorotan. Rapat tersebut membahas agenda strategis berupa persetujuan Raperda Perubahan APBD 2026 dan penyampaian Raperda APBD 2027. Rapat dijadwalkan pukul 10.00 WIB.
Aktivis BRANTAS Cilegon, M. Yana, menilai persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengaturan agenda kepala daerah. Menurutnya, rapat paripurna yang berkaitan dengan pembahasan anggaran daerah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Persoalannya bukan sekadar terlambat beberapa jam, tetapi bagaimana agenda pemerintahan yang sudah terjadwal bisa dijalankan secara disiplin.
Apalagi ini paripurna yang membahas APBD, sehingga menyangkut kepentingan masyarakat Kota Cilegon,” kata Yana.
Menurut Yana, kegiatan kepala daerah di tengah masyarakat juga penting. Namun, ia menilai pengaturan waktu antara agenda kemasyarakatan dan agenda pemerintahan harus diperhitungkan agar tidak saling mengganggu.
“Turun menemui masyarakat tentu bagian dari tugas kepala daerah. Tetapi ketika sudah ada agenda resmi DPRD, protokol dan pemerintah seharusnya mampu mengatur waktunya. Ini yang menurut kami perlu dievaluasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menjelaskan keterlambatannya terjadi setelah menghadiri kegiatan Warga Cipala Bersyukur di Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak.
Agenda tersebut dijadwalkan pukul 09.00 WIB, sedangkan rapat paripurna dijadwalkan pukul 10.00 WIB.Robinsar mengatakan warga mengajaknya makan rabeg sebelum dirinya berangkat menuju gedung DPRD.
“Mohon maaf terlambat, tapi insya Allah bukan disengaja, karena lagi di masyarakat akhirnya disuruh makan dulu. Masyarakat sudah bikin rabeg, mubazir kalau tidak dimakan. Jadi tadi makan dulu sama masyarakat, jadi agak telat paripurna,” kata Robinsar.
Dalam kunjungannya ke Cipala, Robinsar juga menyampaikan kondisi air bersih di wilayah tersebut. Menurutnya, program pipanisasi kini telah mengalirkan air hingga ke rumah-rumah warga.
Robinsar mengatakan Pemkot Cilegon juga akan menerapkan pola serupa di sejumlah wilayah lain yang menghadapi persoalan air bersih, seperti Suralaya, Gunung Batur, dan Tembulun.
Editor: Mahesa Apriandi