Project Nawasena Kaum Difabel, Siswa Global Jaya School Raih Hibah Internasional
BINTARO, iNewsBanten.id - Prestasi membanggakan berhasil diraih Dimitri, siswa Global Jaya School, Tangerang Selatan. Ia terpilih sebagai satu dari enam wakil Indonesia penerima hibah internasional. Ia berhasil mendapatkan pendanaan dari IB Global Youth Action Fund (GYAF) 2026 setelah menyisihkan ribuan pendaftar global.
Dimitri terpilih berkat program vokasional bertajuk Project Nawasena yang dirancang khusus untuk melatih keterampilan kerja dan kewirausahaan kaum difabel. Berdasarkan riset, ide tersebut muncul akibat keprihatinan atas minimnya akses kerja bagi penyandang disabilitas intelektual di tanah air.
"Project Nawasena berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki hak dan kebutuhan yang sama. Teman-teman disabilitas intelektual hanya membutuhkan kesempatan dan pendekatan yang tepat untuk dapat memenuhi hak tersebut," ujar Dimitri Herlambang, di Yayasan Sayap Ibu Bintaro, baru-baru ini.
Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-21 Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, Dimitri memperkenalkan sebuah inisiatif sosial yang inspiratif bernama Kedai Nawasena di halaman yayasan. Kolaborasi apik terjalin bersama Yayasan Sayap Ibu Banten untuk memberdayakan penyandang disabilitas yang mana kedai ini dioperasikan sepenuhnya oleh anak-anak penyandang disabilitas agar mandiri secara ekonomi.
Sejak bermitra pada September 2025, Dimitri langsung merancang pelatihan sederhana mulai dari pelayanan pelanggan hingga pengolahan makanan. Pada tahap awal, ia melatih lima peserta yaitu Umay, Yuyun, Ucup, Irfan, dan Hana untuk mengelola operasional kedai.
Menu andalan yang disajikan di Kedai Nawasena meliputi makanan favorit seperti bakso dan pentol siomay hangat. Pihak yayasan pun memberikan apresiasi mendalam karena program ini meninggalkan warisan berarti bagi para penerima manfaat.
"Saya sangat terkesan karena proyek ini menjadi sebuah warisan yang berarti bagi Sayap Ibu. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dan merasakan pengalaman bekerja," ungkap Ketua Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Banten, Renowati Hardjosubroto.
Melalui keberlanjutan program hingga akhir tahun 2026, model pemberdayaan ini diharapkan mampu menjembatani disabilitas masuk ke dunia kerja formal. Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
Editor: Mahesa Apriandi