Lima Hektare Lahan Perkebunan di Cihara Lebak Terbakar, Angin Kencang Persulit Pemadaman
LEBAK, iNewsBanten.id – Kebakaran menghanguskan sekitar lima hektare lahan perkebunan milik warga di Kampung Sempur Bandung, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (18/10/2026). Api yang merambat di tengah kondisi angin kencang membuat warga dan petugas kepolisian harus berjibaku melakukan pemadaman selama berjam-jam.
Sejumlah tanaman produktif milik warga, mulai dari pohon kelapa, pisang hingga pepohonan lainnya, terdampak kebakaran. Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah, meski hingga kini belum ada penghitungan resmi.
Anggota Polsek Panggarangan, Bripka Julija, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WIB. Polisi kemudian bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
“Benar, sekitar pukul 08.30 WIB kami menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran di lahan perkebunan milik warga Desa Cihara,” ujar Julija di lokasi kejadian.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Tiupan angin kencang membuat abu dan bara api beterbangan ke arah utara sehingga berpotensi memicu munculnya titik api baru.
Api sempat berhasil dikendalikan sekitar Namun, kondisi angin membuat warga dan petugas kembali melakukan pemadaman hingga sore hari untuk mencegah kebakaran meluas.
“Berkat kerja sama masyarakat dengan anggota kepolisian, api yang sebelumnya cukup besar akhirnya dapat dikendalikan. Untuk kerugian akibat kebakaran ini, sementara kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, warga setempat, Saepul, mengatakan kebakaran tersebut membuat masyarakat turun tangan membantu pemadaman agar api tidak menjalar ke lahan perkebunan lainnya.
Menurut Saepul, petugas pemadam kebakaran dari wilayah Bayah dan Malingping juga dikerahkan untuk membantu penanganan. Proses pendinginan diperlukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kebakaran ini diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian warga belum diketahui. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin bertiup kencang.
Editor: Mahesa Apriandi