Marak Pencurian Kabel PJU di Cilegon, Aktivis BRANTAS Ingatkan DPRD Tak Abaikan Kesejahteraan Warga
CILEGON, iNewsBanten.id – Maraknya pencurian kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Cilegon mendapat tanggapan dari aktivis BRANTAS DPD Kota Cilegon, Suryana. Ia meminta pemerintah daerah dan DPRD tidak hanya fokus pada pengawasan fasilitas publik, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.
Suryana menilai sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan dan penghasilan layak perlu menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, persoalan kesejahteraan juga harus menjadi bagian dari upaya pencegahan tindak kriminal.
"Jangan hanya bicara pengawasan kabel PJU. Pemerintah dan DPRD juga harus melihat kondisi masyarakat. Banyak warga yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya," kata Suryana, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, Kota Cilegon merupakan daerah industri yang seharusnya mampu memberikan kesempatan kerja lebih luas bagi masyarakat setempat. Namun, persoalan penyerapan tenaga kerja lokal masih perlu mendapat perhatian.
"Kalau masyarakat punya pekerjaan dan penghasilan yang cukup, tentu mereka punya kesempatan hidup lebih baik. Jangan hanya sibuk menjaga kabel dari pencurian, sementara kesejahteraan masyarakat kurang diperhatikan," ujarnya.
Suryana juga menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, yang meminta dinas terkait meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas PJU untuk mencegah pencurian berulang.
Menurutnya, langkah tersebut memang diperlukan, tetapi DPRD juga harus menjalankan fungsi pengawasan terhadap program ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Cilegon punya banyak industri besar. Pertanyaannya, sudah sejauh mana masyarakat lokal merasakan manfaatnya? Berapa banyak warga yang sudah mendapatkan pekerjaan? Ini juga harus menjadi perhatian DPRD," katanya.
Ia menegaskan, kesulitan ekonomi bukan pembenaran untuk melakukan pencurian. Namun, pemerintah perlu memperhatikan kemungkinan adanya tekanan ekonomi yang turut memengaruhi persoalan sosial di masyarakat.
"Pencurian tetap salah dan harus diproses hukum. Tapi jangan hanya melihat akibatnya. Pemerintah juga harus mencari tahu persoalan yang ada di masyarakat, termasuk sulitnya mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan," tegasnya.
Suryana berharap Pemkot dan DPRD Cilegon lebih serius memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta memastikan pembangunan industri memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jangan sampai Cilegon dikenal sebagai kota industri besar, tetapi masyarakat di sekitarnya masih kesulitan mencari nafkah. Kesejahteraan warga juga harus menjadi prioritas pemerintah," pungkasnya.
Editor: Mahesa Apriandi