CILEGON, iNewsBanten-Bulan Agustus yang identik dengan semarak kemerdekaan ternyata tak sepenuhnya membawa berkah bagi pedagang musiman bendera merah putih. Seperti dialami Suleiman, warga Ketileng, Cilegon, yang sudah 20 tahun berjualan bendera setiap bulan kemerdekaan, namun tahun ini penjualannya anjlok drastis.
“Biasanya tanggal 8–9 Agustus sudah balik modal. Sekarang? Belum separuh,” keluh Suleiman saat ditemui iNewsBanten, Sabtu (9/8/2025).
Sejak awal Agustus, lapak bendera sederhana miliknya sudah buka dari pagi hingga malam di pinggir jalan Ketileng. Namun hingga hari kedelapan, penjualannya baru laku lima lembar. Tahun lalu, di tanggal yang sama, penjualannya sudah terbilang ramai.
Suleiman menduga turunnya minat beli terjadi karena peralihan ke pembelian online. “Sekarang banyak yang beli di TikTok. Harganya macam-macam, asal-asalan. Nggak tahu deh barangnya sama apa nggak. Tapi kalau harga beda, mungkin kualitasnya juga beda,” ujarnya sambil merapikan bendera merah putih di lapak.
Lebih miris lagi, ia mengaku banyak pembeli yang justru mencari bendera bertema anime. “Banyak yang nanya bendera One Piece. Ada sih satu dua, tapi saya nggak jual. Saya orang Indonesia, jualnya ya merah putih,” tegasnya.
Bagi pria asal Cirebon ini, menjual bendera negara adalah bentuk cinta tanah air. Meski penjualan sepi, ia tetap bertahan membuka lapak dari pagi hingga malam bersama rekannya. “Kadang kalau panas, pembeli baru datang sore atau malam. Tapi tetap saja beda sama tahun-tahun kemarin,” tuturnya.
Harga bendera yang dijualnya berkisar Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran dan bahan. “Tapi ya pasti ditawar. Namanya juga orang Indonesia, beli pasti pengen murah,” katanya sambil tersenyum.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
