PANDEGLANG, iNewsBanten – Sebanyak 22 mahasiswa Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi pengembangan Kampung Herbal di Desa Sukalangu, Kecamatan Pandeglang. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus mendorong lahirnya produk herbal bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sukalangu, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, serta dosen pendamping lapangan Ucu Wandi Somantri. Kepala Desa Sukalangu, Nurholis Romadlan, menilai program mahasiswa itu bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan warga, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru.
“Pengembangan Kampung Herbal bisa menjadi inovasi ekonomi lokal. Kami berharap program ini berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nurholis saat diwawancarai. Kamis (28/8/2025).
Program yang didanai Hibah PKM-PMM 2025 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini mencakup sosialisasi TOGA, praktik penanaman herbal di pekarangan, pembangunan kebun komunal sebagai pusat pembelajaran, hingga pelatihan pengolahan menjadi produk seperti jamu, teh herbal, dan minuman kesehatan.
Pelatihan turut menghadirkan ahli gizi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Fachrudin Perdana, serta ahli farmasi Unma, Candra Junaedi, yang memberikan materi seputar manfaat gizi, formulasi produk, dan standar keamanan pengolahan herbal.
Ketua LPPM Unma, Nenden Suciyati Sartika, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan kolaborasi masyarakat. “Program ini sejalan dengan visi kampus dalam mengembangkan pengabdian berbasis potensi lokal. Sinergi mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci keberlanjutan,” katanya.
Melalui Kampung Herbal, Desa Sukalangu diharapkan menjadi percontohan pengembangan produk herbal di Pandeglang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman obat serta mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
