Meski demikian, Disbudpar mencatat adanya pergeseran pola kunjungan wisata. Sejumlah destinasi wisata budaya dan buatan justru mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Nataru. Destinasi Lereng Cibolang, misalnya, berhasil menarik lebih dari 12.000 wisatawan. Sementara Kampung Budaya Baduy dikunjungi sekitar 7.200 orang, disusul Makam Oong Sogati di Desa Jera dengan sekitar 6.100 kunjungan.
“Selain itu, destinasi ziarah Cokel, BIM Water Park, sejumlah objek wisata di wilayah perkotaan, hingga Museum Multatuli juga menunjukkan angka kunjungan yang cukup baik,” kata Yosep.
Selain faktor cuaca, Yosep menyebut kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi mobilitas wisata. Tekanan ekonomi yang dirasakan dalam dua hingga tiga tahun terakhir berdampak pada daya beli masyarakat, termasuk untuk aktivitas berwisata.
Tak hanya itu, persoalan aksesibilitas menuju sejumlah destinasi wisata serta pengelolaan objek wisata yang belum sepenuhnya optimal masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Kami menyadari masih ada akses menuju destinasi yang belum sempurna dan pengelolaan yang perlu terus dibenahi. Karena itu, tahun ini kami tidak memasang target setinggi tahun sebelumnya,” ujarnya.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
