Ciwandan kembali Terendam, Penanganan Banjir Pemkot Cilegon Disorot Publik

Sahlan
Ciwandan kembali Terendam, Penanganan Banjir Pemkot Cilegon Disorot Publik (Foto:List)

CILEGON, iNewsBanten-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cilegon, Banten, sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB (31/01/2026), menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Ciwandan terendam banjir.

 

 

Berdasarkan pantauan awak media sejak pagi hingga siang hari, genangan air masih terlihat di beberapa titik, di antaranya di RT 06 RW 02 Lingkungan Cilurah I, Kecamatan Ciwandan, serta di Jalan Raya Cilegon–Anyer.

 

 

Hingga Sabtu siang, banjir belum sepenuhnya surut di dua lokasi tersebut. Di Lingkungan Cilurah I, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 90 sentimeter.

 

 

Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

 

 

Selain mengevakuasi warga, petugas BPBD juga mengevakuasi sejumlah sepeda motor yang terjebak di dalam rumah warga dengan menggunakan perahu karet, guna mencegah kerusakan lebih parah akibat terendam air.

 

 

Kepala Bidang Rencana Penanggulangan Kedaruratan BPBD Kota Cilegon, Ana Maulana, menjelaskan bahwa banjir di Lingkungan Cilurah I bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, genangan air disebabkan oleh luapan sungai, diperparah dengan posisi rumah warga yang berada di bawah bahu jalan.

 

 

“Banjir di wilayah ini sudah terjadi beberapa hari terakhir. Saat ini terdapat lima titik banjir di Kecamatan Ciwandan. Tiga titik sudah surut, sementara dua titik masih tergenang, yakni di Lingkungan Cilurah I dan di Jalan Raya Cilegon–Anyer,” ujar Ana Maulana kepada wartawan.

 

 

Sementara itu, di Jalan Raya Cilegon–Anyer, genangan air masih terlihat dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

 

 

Meski masih dapat dilalui kendaraan, arus lalu lintas berjalan tersendat. Petugas BPBD di lokasi menerapkan sistem buka-tutup jalan untuk mengatur arus kendaraan dan mencegah kemacetan parah.

 

 

 

Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan mengalami mogok akibat mesin terendam air. Petugas BPBD bersama warga setempat membantu mendorong kendaraan yang mogok agar tidak menghambat arus lalu lintas.

 

 Sebagian pengendara memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan banjir.

 

 BPBD Kota Cilegon mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta segera mengamankan barang-barang berharga dan menghindari melintasi genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan.

 

 “Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Hujan lebat bisa turun secara tiba-tiba. Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas,” pungkas Ana Maulana.

 

Editor : Mahesa Apriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network