Tradisi Qunutan di Lebak, Warga Masak Ketupat dan Leupeut Sambut Pertengahan Ramadan

Erdi
Salah seorang warga Lebak tengah membuat ketupat.

LEBAK, iNewsBanten – Kepulan asap tipis tampak membumbung dari rumah-rumah warga di sejumlah kampung di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (5/3/2026) pagi. Memasuki hari ke-15 Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat kembali menggelar tradisi qunutan atau yang juga dikenal dengan sebutan ngupat.

 

Sejak dini hari, warga mulai disibukkan dengan kegiatan menganyam daun kelapa muda untuk cangkang ketupat, sekaligus merebusnya di atas tungku kayu bakar. Tradisi turun-temurun ini menjadi penanda pertengahan Ramadan sekaligus wujud rasa syukur karena telah menuntaskan setengah perjalanan ibadah puasa.

 

Selain itu, qunutan juga menjadi momen mempererat silaturahmi antarwarga melalui kebiasaan berbagi makanan dan berkumpul bersama.

 

Seperti yang dilakukan Suedah (54), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Usai sahur sekitar pukul 04.00 WIB, ia langsung mulai menganyam daun kelapa muda untuk membuat cangkang ketupat.

 

Anyaman tersebut kemudian diisi beras untuk ketupat dan ketan untuk leupeut, sebelum direbus dalam wajan besar menggunakan tungku kayu bakar sekitar pukul 06.00 WIB.

Editor : Mahesa Apriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network