SERANG, iNewsBanten - Gubernur Banten Andra Soni meminta pengelola Tol Tangerang–Merak segera memperbaiki kerusakan jalan berupa lubang di sejumlah titik ruas tol tersebut.
Perbaikan dinilai harus dipercepat karena jalur itu menjadi akses utama penghubung Banten menuju Tangerang dan Jakarta, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Menurut Andra, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan tol yang rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan pengelola tol agar proses perbaikan bisa segera diselesaikan.
“Saya menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tol yang berlubang. Kami sudah menyampaikan kepada pengelola agar perbaikannya segera dituntaskan,” ujar Andra Soni, Rabu 11 Maret 2026.
Andra menjelaskan, pengelola jalan tol yakni Astra Infra dan Jasa Marga menargetkan perbaikan rampung sebelum H-7 Lebaran. Bahkan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan sebelumnya, perbaikan ditargetkan selesai paling lambat H-10 Lebaran.
Meski proses perbaikan kerap terkendala hujan dengan intensitas tinggi, Andra meminta pekerjaan tetap dipercepat agar kondisi jalan sudah aman saat puncak arus mudik.
Sementara itu, Group Chief Executive Officer Astra Infra Firman Yosafat Siregar memperkirakan sekitar 6,8 juta kendaraan akan melintasi ruas tol yang dikelola Astra Infra selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Firman mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan kendaraan, mulai dari peningkatan kualitas jalan, kesiapan petugas di lapangan, optimalisasi fasilitas rest area, hingga koordinasi dengan berbagai instansi guna mengantisipasi cuaca ekstrem dan kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, petugas disiagakan selama 24 jam untuk memastikan pelayanan bagi pengguna jalan tetap berjalan optimal.
Selain mempercepat perbaikan perkerasan jalan yang ditargetkan selesai sebelum H-10 Lebaran, Astra Infra juga melakukan pembersihan drainase secara berkala, memperkuat lereng rawan longsor, serta memasang moveable concrete barrier dan geobag di sejumlah titik.
Perusahaan juga menyiapkan pompa air di lokasi yang rawan genangan guna mengantisipasi banjir saat hujan deras.
Firman menambahkan, lebih dari 800 petugas dan sekitar 90 kendaraan operasional disiagakan di ruas tol, mulai dari kendaraan patroli, derek, mobil penyelamat, hingga ambulans.
Sistem pemantauan lalu lintas juga diperkuat melalui lebih dari 500 kamera CCTV yang terhubung dengan pusat kendali selama 24 jam.
Untuk mengantisipasi kepadatan saat arus mudik dan balik Lebaran, Astra Infra juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contra flow di jalur tol tersebut.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
