CIPUTAT, iNewsBanten – Rencana pembangunan SMP Negeri (SMPN) 26 di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapat dukungan dari warga sekitar.
Namun, dukungan tersebut disertai sejumlah harapan. Warga meminta pemerintah memastikan pembangunan sekolah tidak mengganggu rumah dan akses masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.
Hal itu mengemuka dalam sosialisasi pembangunan SMPN 26 yang digelar di RT 05/RW 17, Kelurahan Jombang, Minggu (4/10/2026).
Warga berharap pembangunan sekolah baru tersebut benar-benar menjadi fasilitas pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa menimbulkan persoalan baru di lingkungan permukiman.
Feri (40), warga RT 05/RW 17, mengatakan masyarakat pada prinsipnya menyambut baik pembangunan SMPN 26.
“Kami sebagai warga tentu mendukung pembangunan SMPN 26 ini. Dengan catatan tidak ada penggusuran rumah warga seperti isu yang berkembang kemarin,” ujar Feri.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, warga tidak mempermasalahkan proyek selama prosesnya dilakukan dengan komunikasi yang baik dan tetap memperhatikan kondisi lingkungan.
“Kalau memang untuk kepentingan pendidikan dan masyarakat, kami sangat setuju,” katanya.
Selain persoalan rumah warga, akses lingkungan juga menjadi perhatian. Warga meminta jalur yang selama ini digunakan masyarakat tetap dapat dilalui selama proyek pembangunan berlangsung.
“Kami berharap selama proses pembangunan tidak ada penggusuran dan akses warga tetap diperhatikan. Kalau semuanya dikomunikasikan dengan baik, saya rasa warga akan mendukung,” ujar Feri.
Di sisi pemerintah, pembangunan SMPN 26 memang belum masuk tahap pekerjaan fisik pada 2026.
Kabid SMP Negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Eka Andreas, menjelaskan proyek tersebut dirancang dalam dua tahapan.
Tahap pertama berupa pembongkaran bangunan di lokasi calon sekolah yang ditargetkan dilakukan pada November-Desember 2026 melalui anggaran perubahan.
“Pembangunan SMP ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembongkaran yang direncanakan pada November dan Desember 2026 melalui anggaran perubahan,” kata Eka.
Setelah pembongkaran selesai, pembangunan gedung sekolah ditargetkan masuk dalam anggaran murni 2027.
“Kemudian pembangunan fisik gedung sekolah masuk dalam anggaran murni 2027 dan ditargetkan mulai Januari,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel Maryoto mengatakan pemerintah masih mematangkan berbagai kebutuhan sebelum konstruksi dimulai.
Salah satunya memastikan akses mobilisasi kendaraan proyek. Menurutnya, pembangunan gedung sekolah nantinya membutuhkan kendaraan besar untuk membawa material dan perlengkapan konstruksi.
“Ke depannya ini perlu kita komunikasikan lagi dengan yang punya lahan, bagaimana kita membuat kesepakatan sehingga dapat memperlancar pembangunan,” jelasnya.
DCKTR juga masih mengkaji metode konstruksi yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Metode pancang menjadi salah satu opsi, namun bore pile dapat digunakan apabila metode pancang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan.
“Kalau sekiranya mengganggu lingkungan, nanti kita akan pakai bore pile. Jadi masih kita kaji lagi bagaimana teknisnya dan seperti apa kondisi di lapangan,” ujar Maryoto.
Dengan rencana tersebut, warga kini menunggu realisasi pembangunan SMPN 26. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik sekolah mulai Januari 2027, setelah seluruh tahapan awal dan kebutuhan teknis diselesaikan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
