Status Gunung Anak Krakatau Naik Siaga, Ahli Kebencanaan Ingatkan Warga Tak Perlu Panik Soal Tsunami
"Saya memandang bahwa peningkatan status ini harus dipahami sebagai langkah kewaspadaan dan mitigasi dini, bukan sebagai alasan untuk panik. Kita perlu menghormati dan mengikuti hasil analisis serta rekomendasi PVMBG Badan Geologi sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis dalam pemantauan aktivitas gunung api," tegasnya.
Sesuai dengan rekomendasi Badan Geologi, masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain itu, kawasan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara juga dinyatakan tertutup. Potensi bahaya yang berisiko terjadi meliputi lontaran material pijar, hujan abu pekat, aliran lava, hingga erupsi sekunder akibat reaksi material panas dengan air laut atau hujan.
Dari sisi kesiapsiagaan, Daryono mengingatkan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk menguji kembali kesiapan sistem komunikasi risiko, jalur evakuasi, serta mekanisme peringatan dini bagi warga pesisir. Masyarakat diimbau untuk beraktivitas secara normal sembari terus memantau informasi resmi dari instansi berwenang.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
