CILEGON, iNewsBanten – Suasana tenang di Lingkungan Dukuh Malang, RT 16/04, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah rumah kontrakan dilalap api, Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh seorang anak yang bermain korek api di bagian belakang rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Berawal dari Anak Bermain Korek Api di Gudang
Peristiwa kebakaran bermula ketika penghuni kontrakan, Suherman, sedang berada di tempat kerja. Saat itu, rumah hanya ditempati istri dan kedua anaknya.
Menurut Suherman, sang istri tengah menidurkan anak bungsunya, sementara anak yang lebih besar berada di bagian belakang rumah.
Tanpa disadari, anak tersebut diduga bermain korek api hingga menyulut karpet yang berada di area gudang.
“Istri saya lagi nidurin anak yang kecil, yang gede di belakang main korek bekas masak atau bekas apa gitu. Yang kebakar itu karpet di belakang, di gudang,” kata Suherman saat ditemui di lokasi kejadian.
Api yang muncul dari bagian belakang rumah sempat menimbulkan kekhawatiran penghuni dan warga sekitar. Terlebih, lokasi kebakaran berada di kawasan rumah kontrakan yang berdekatan dengan bangunan lainnya.
Istri dan Dua Anak Selamat dari Kebakaran
Di tengah musibah yang menimpa keluarganya, Suherman mengaku bersyukur karena istri dan kedua anaknya berhasil selamat.
Meski rumah kontrakan yang ditempatinya mengalami kebakaran, keselamatan keluarga menjadi hal paling berharga baginya.
“Alhamdulillah, aman semua, Bang,” ungkap Suherman.
Peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi keluarganya sekaligus pengingat akan bahaya benda yang dapat memicu kebakaran apabila berada dalam jangkauan anak-anak.
Dua Mobil Damkar dan Satu Truk Tangki Dikerahkan
Mendapat laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit truk tangki pemasok air dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas berjibaku melakukan pemadaman guna mencegah api merambat ke bangunan kontrakan lainnya.
Berkat penanganan cepat, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum menimbulkan dampak lebih luas.
Lurah Tegal Bunder Apresiasi Kesigapan Petugas
Lurah Tegal Bunder, Muhamad Rais, mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang berhasil menangani insiden tersebut.
Menurutnya, kesigapan petugas menjadi faktor penting dalam mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Pemadam sigap memadamkan apinya sehingga api tidak menjalar ke bangunan lain ataupun ke pintu kontrakan lain,” ujar Muhamad Rais.
Ia bersyukur kebakaran dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan yang lebih luas.
Polisi Kumpulkan Keterangan, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
Sementara itu, jajaran Polsek Purwakarta turut mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan penanganan dan mengumpulkan informasi terkait penyebab kejadian.
Petugas kepolisian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Purwakarta, IPDA Dwi Maryanto, berkoordinasi dengan warga serta sejumlah saksi guna memperoleh keterangan mengenai kronologi kebakaran.
Meski dugaan awal mengarah pada aktivitas anak yang bermain korek api, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Jadi Peringatan bagi Orang Tua, Jangan Biarkan Korek Api Dijangkau Anak
Kebakaran yang menimpa rumah kontrakan di Kota Cilegon ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan rumah.
Benda sederhana seperti korek api dapat menimbulkan bahaya besar apabila digunakan tanpa pengawasan.
Menyimpan benda yang mudah memicu kebakaran di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak-anak merupakan langkah sederhana untuk mencegah musibah serupa.
Sebab, kelalaian sesaat dapat berujung pada kerugian besar. Beruntung, dalam peristiwa ini, seluruh anggota keluarga berhasil selamat.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
