Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Petugas Damkar di Tanggerang Bantu Cari Hp Milik Seorang Perempuan, Setelah Cekcok dengan Kekasih
Advertisement . Scroll to see content

Puisi: Kama

Senin, 03 Oktober 2022 | 02:46 WIB
  • author Abroh Nurul Fikri
Puisi: Kama
Ilustrasi (Teraphim)

Oleh: Maman Abdurohman

Wahai yang tida bermula

"Telah kulihat di ujung pedang di atas kilatan kaki kuda yang berderap dan telah kucium harumnya mawar berselimut duri-duri tajam, ketika pisau tajam mengintimi kulit leher ismail yang halus bagai sutera, digantinya gibas putih yang digembalakan 40 musim ; bagi hati yang ditelan kama, baginya tiada bedanya.

Semua yang berasal dari sang kekasih adalah suluh api di bukit sina'i meski seluruh sayapku patah tertumpah darah merangkak bertongkatkan paruh karenanya, biarlah cinta ini apa adanya.

Wahai yang tiada akhirnya.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut