Rawan Kriminal dan Begal Payudara, Warga Kabupaten Serang Trauma Pulang Kerja Malam
SERANG, iNewsBanten - Aksi kriminal di wilayah Kota dan Kabupaten Serang semakin merajalela, mulai dari begal motor, rampok, hingga begal payudara yang menyasar perempuan pekerja malam. Seorang warga melaporkan kejadian pembegalan yang dialaminya sekitar pukul 01.10 WIB sepulang kerja malam, saat melintasi kawasan Jembatan Selikur.
Dalam laporan yang diunggah akun Instagram @infoserang, korban menyebut pelaku telah membuntutinya sejak dari kawasan Tambak, kemudian melancarkan aksinya di lokasi gelap tanpa penerangan. "Ternyata setelah saya alami, banyak yang mengalami hal sama. Kronologi dan ciri-cirinya pun identik," ungkap korban. Para pelaku disebut mengenakan jaket hitam, helm, masker, dan menggunakan motor jenis Nmax, Vario, atau Scoopy.
Yang lebih mengkhawatirkan, korban lain melaporkan mengalami begal payudara, sebuah bentuk pelecehan fisik yang sangat mengganggu, terjadi di tempat dan waktu yang hampir sama. Aksi tersebut dilakukan oleh pelaku yang dengan sengaja membuntuti korban perempuan yang pulang sendirian dan menyerangnya secara fisik.
Kondisi Jalan Gelap dan Minim Patroli, Kejahatan Terus Terulang
Beberapa korban menyebut bahwa insiden terjadi di titik-titik jalan yang gelap, rusak, dan minim penerangan, sehingga pelaku leluasa melakukan aksinya tanpa takut tertangkap. “Kalau jalan terang dan ada patroli, mungkin kejadian kayak gini bisa dicegah,” ujar seorang warga.
Bahkan karyawan toko modern yang biasa pulang malam juga mengaku telah dua kali dibuntuti oleh orang mencurigakan.
“Teman-teman saya yang berangkat atau pulang sendirian juga pernah kena,” tulisnya. Sabtu (12/7/2025).
Komentar Warga: Tidak Ada Rasa Aman
Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Mereka mempertanyakan kinerja aparat keamanan serta alokasi anggaran daerah untuk infrastruktur dan keselamatan publik.
Akun @reyza747 menulis:
“Setiap daerah ada aparat keamanan yang digaji negara. Tapi kenapa tidak aman? Apakah mereka hanya muncul setelah kejadian?”
Akun @_mhmmdhudori menambahkan:
“Uang pajak dari perusahaan besar ke mana aja? Jalan bolong-bolong, penerangan minim, rawan banget.”
Warganet perempuan menyuarakan trauma dan rasa tidak aman di ruang publik:
@rinsastri_:
“Perempuan seolah nggak punya tempat aman. Mau kerja untuk hidup tapi jadi korban kejahatan. Trauma banget.”
@zlftlailaaa_:
“Kenapa seolah pelecehan ke perempuan jadi hal biasa? Didik anak laki-laki biar nggak normalisasi kelakuan mesum.”
Harapan Masyarakat: Patroli, Penerangan, dan Tindakan Tegas
Masyarakat mendesak adanya peningkatan patroli malam hari di titik-titik rawan, serta pemasangan lampu penerangan jalan di ruas jalan kabupaten yang gelap. Mereka juga mendorong aparat penegak hukum untuk serius menangani laporan-laporan yang sudah banyak beredar di media sosial.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Bertindaklah sebelum warga kehilangan rasa percaya pada negara,” tegas salah satu komentar warganet.
Editor : Mahesa Apriandi