Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk
Advertisement . Scroll to see content

Tingkatkan Nasionalisme, Lapas Kelas III Rangkasbitung Putar Lagu Indonesia Raya Setiap Hari

Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:10 WIB
  • author Y. D. Taruna
Tingkatkan Nasionalisme, Lapas Kelas III Rangkasbitung Putar Lagu Indonesia Raya Setiap Hari
Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas III Rangkasbitung berdiri tegak dengan sikap sempurna saat pemutaran lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

LEBAK, iNewsBanten – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung menerapkan kebijakan berupa pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB dan lagu perjuangan Bagimu Negeri setiap pukul 15.00 WIB.

 

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Rd. Achmad Zaki, menjelaskan kebijakan ini sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui surat edaran yang mewajibkan pemutaran lagu-lagu perjuangan di lingkungan lapas.

 

“Pemutaran lagu ini merupakan bentuk rasa syukur kita sebagai warga negara Indonesia, sekaligus menanamkan wawasan kebangsaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP),” ungkap Zaki, Selasa, (26/08/2025).

 

Menurutnya, mungkin ada beberapa warga binaan belum hafal lirik lagu kebangsaan maupun lagu perjuangan. Dengan diperdengarkan setiap hari, mereka diharapkan bisa menghayati makna perjuangan dan menanamkan nilai-nilai bela negara yang kelak terbawa saat kembali ke masyarakat.

Zaki menambahkan, setiap kali lagu diputar, seluruh WBP diwajibkan berdiri tegak dengan sikap sempurna dan menyanyikan lagu dengan khidmat. “Seiring waktu mereka memahami bahwa ini bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita sekarang tinggal menikmati hasilnya, maka sudah seharusnya kita mensyukurinya,” ujarnya.

 

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk warga binaan, tetapi juga bagi petugas serta pengunjung yang sedang membesuk. Seluruh aktivitas dihentikan sementara saat lagu diputar, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

 

“Dengan cara ini, kami ingin menumbuhkan rasa nasionalisme, baik bagi WBP, petugas, maupun masyarakat yang hadir di Lapas Rangkasbitung,” tegas Zaki.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut