Banjir Membawa Berkah, Warga Pringwulung Serang Panen Ikan di Sawah Terendam
SERANG, iNewsBanten - Banjir yang menggenangi area persawahan justru membawa berkah bagi warga Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Di tengah sawah yang terendam air, warga memanfaatkan momen banjir untuk mencari ikan yang masuk ke area persawahan.
Setiap kali banjir datang, warga berbondong-bondong turun ke sawah untuk menjaring ikan. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan warga setempat saat air meluap dan menggenangi lahan pertanian.
Untuk menangkap ikan, warga menggunakan alat tradisional yang dikenal dengan nama amco, yakni alat penangkap ikan yang terbuat dari waring atau jaring, dipasang pada rangka bambu berbentuk persegi dan ditopang tiang bambu.
Salah seorang warga, Abas, mengatakan ikan yang masuk ke area sawah dimanfaatkan warga untuk menambah penghasilan sekaligus kebutuhan konsumsi keluarga.
“Kalau banjir datang, ikan biasanya masuk ke sawah. Kami manfaatkan untuk menjaring ikan pakai amco. Sehari bisa dapat sekitar enam kilo, ikannya ada mujair dan nila. Sebagian dijual, sebagian lagi kami makan sendiri,” ujarnya, Minggu (4/01/2026).
Abas menambahkan, hasil
tangkapan ikan tersebut dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram dan dinilai cukup membantu kebutuhan ekonomi warga, terutama saat lahan pertanian tidak dapat digarap akibat banjir.
“Harga ikan sekarang dua puluh ribu rupiah per kilo. Hasilnya cukup membantu kebutuhan sehari-hari, apalagi saat sawah tidak bisa ditanami karena ," tambahnya.
Selain kaum pria, aktivitas menjaring ikan juga dilakukan oleh para ibu-ibu. Mereka menggunakan jaring dengan anyaman lebih halus untuk menangkap ikan kecil seperti ikan wader.
“Kalau air naik, kami ikut menjaring ikan yang kecil-kecil seperti wader. Jaringnya lebih halus, lumayan buat lauk di rumah,” ujarnya.
Fenomena banjr yang membawa berkah ini menjadi potret kearifan lokal warga Desa Pringwulung dalam memanfaatkan kondisi alam, meski di sisi lain banjir tetap berdampak pada aktivitas pertanian warga.
Editor : Mahesa Apriandi