Menu MBG Diduga Masih Mentah di Lebak, Video Viral Kepsek 1 Cigemblong Angkat Bicara
LEBAK, iNewsBanten - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan menu makanan diduga disajikan dalam kondisi belum matang, berupa telur dan jagung yang terlihat tanpa dimasak. Jumat, (23/01/2026).
Informasi yang beredar menyebutkan kejadian tersebut diduga terjadi di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten. Video itu memicu pertanyaan masyarakat terkait standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di sekolah.
Dalam rekaman yang viral, menu makanan tampak disajikan kepada siswa tanpa melalui proses pengolahan yang semestinya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila benar terjadi, terutama bagi siswa yang mengonsumsi makanan tersebut.
Dipertanyakan: SOP dan Pengawasan
Publik mempertanyakan apakah menu yang disajikan tersebut sudah sesuai dengan SOP program MBG, termasuk standar kebersihan, kelayakan konsumsi, serta ketentuan gizi yang ditetapkan.
Selain itu, muncul pertanyaan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan kualitas makanan, mulai dari proses penyediaan, distribusi, hingga pemeriksaan sebelum makanan diterima siswa.
“Program bagus jangan sampai tercoreng oleh pelaksanaan yang asal-asalan. Keselamatan dan kesehatan siswa harus jadi prioritas,” ujar Suryana Aktivis Dpd Brantas Banten
Klarifikasi Kepala Sekolah
Kepala SMAN 1 Cigemblong, Wahid, membenarkan bahwa video yang beredar terkait menu MBG diduga masih mentah memang sesuai dengan kejadian di sekolah.
Saat dikonfirmasi, iNewsBanten Wahid Hidayat pada Jum'at (23/01/2026) menyampaikan, “Ya begitu sesuai video.” Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah pada prinsipnya mendukung program MBG sebagai program pemerintah pusat.
“Padahal kita mendukung program presiden.”
Namun, peristiwa ini menjadi catatan penting agar pelaksanaan program MBG di lapangan tidak dilakukan secara asal-asalan dan tetap mengutamakan keamanan pangan bagi siswa.
Masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh dan penguatan pengawasan lapangan agar program MBG berjalan sesuai tujuan, yaitu meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia dapur atau instansi terkait mengenai alasan menu tersebut bisa tersaji dalam kondisi diduga belum matang.
Program MBG merupakan kebijakan yang membawa dampak positif bagi siswa. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan risiko kesehatan serta tidak merusak kepercayaan publik.
Editor : Mahesa Apriandi