Tanah Bergeser Sejak Tiga Tahun Terakhir, Puluhan Warga Bayah Lebak Waswas Tiap Musim Hujan
Rafik menjelaskan, ada sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah jiwa hampir mencapai 150 orang yang setiap harinya dibayangi rasa waswas rumahnya akan roboh.
“Tanah labil di kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 80an. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu. Ada 32 rumah yang terdampak dan mengalami keretakan sedang hingga parah. Bahkan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi,” ujar Rafik.
Rafik berharap, kondisi di kampungnya ditangani serius oleh pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten, dengan melakukan relokasi kepada puluhan kepala keluarga di kampung tersebut.
“Kami sudah punya lahan untuk relokasi cuma terbentur anggaran relokasinya. Makanya saya berharap kepada Pemda Lebak dan Pemprov Banten agar segera melakukan upaya serius merelokasi warga kami, sehingga dampak yang lebih buruk tidak terjadi di sini,” harap Rafik.
Editor : Mahesa Apriandi