Dua Sopir Bus AKAP di Terminal Merak Positif Amfetamin Usai Tes Urine Mendadak
CILEGON – iNewsBanten- Dua sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Terpadu Merak, Kota Cilegon, Banten, terindikasi positif mengonsumsi zat amfetamin setelah menjalani tes urine mendadak yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon.Jum'at 13/3/2026
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap sopir angkutan umum selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.
Langkah ini bertujuan memastikan para pengemudi berada dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh narkotika saat membawa penumpang.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Satresnarkoba Polres Cilegon melakukan tes urine secara acak kepada sopir dan kondektur bus AKAP yang berada di area Terminal Terpadu Merak.
Satu per satu pengemudi bus yang akan beroperasi menjalani pemeriksaan urine di lokasi terminal.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk meminimalisir potensi bahaya di jalan raya akibat pengemudi yang mengonsumsi narkoba.Dari sembilan orang sopir dan kondektur yang menjalani tes urine, dua orang di antaranya diketahui terindikasi positif mengandung zat amfetamin.
Mengetahui hasil tersebut, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan pihak pengelola terminal untuk melakukan penanganan terhadap kedua sopir tersebut yang sebelumnya diketahui telah berangkat membawa penumpang.
Kasat Narkoba Polres Cilegon, AKP Suryanto, mengatakan pemeriksaan urine ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi umum selama periode mudik Lebaran.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkala selama masa angkutan mudik berlangsung.
Petugas kepolisian akan menyasar sopir maupun kondektur bus yang beroperasi di Terminal Terpadu Merak untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di sektor transportasi publik.
Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berlangsung lebih aman serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkotika.
Editor : Mahesa Apriandi