get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua di Pantai Anyar, Petugas Kewalahan Tangani Lonjakan Wisatawan

Selasa, 24 Maret 2026 | 23:20 WIB
header img
Suasana kepadatan wisatawan di pantai Anyar Serang, pada momen libur lebaran 2026.

SERANG, iNewsBanten – Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran kembali memicu insiden di kawasan wisata Pantai Anyar, Kabupaten Serang. Sedikitnya 15 anak dilaporkan terpisah dari orang tuanya pada hari ketiga setelah Lebaran, Selasa (24/3/2026).

 

Peristiwa tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari di salah satu titik pantai yang dipadati pengunjung. Tingginya volume wisatawan membuat petugas di lapangan kewalahan dalam melakukan pengawasan.

 

Ketua Balawisata Kabupaten Serang, Sahrudin, mengakui kondisi tersebut cukup menyulitkan timnya, terlebih saat harus menangani pengunjung yang membutuhkan pertolongan.

 

“Tahun ini cukup luar biasa. Kami sempat kelelahan dan kewalahan dalam penanganan di lapangan,” ujarnya.

 

Menurut Sahrudin, penanganan situasi di lokasi turut dibantu oleh personel Polairud Polda Banten. Ia menyebut mayoritas wisatawan yang datang berasal dari luar daerah, seperti Bogor, Bandung, dan Depok, sehingga kepadatan sulit dihindari.

 

Kondisi tersebut meningkatkan risiko anak-anak terpisah dari orang tua atau rombongan. Salah satu kasus yang sempat terjadi menimpa seorang anak asal Bogor yang hilang dari pengawasan. Petugas langsung melakukan penyisiran dan berhasil menemukan anak tersebut sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Balawisata pun mengimbau para pengelola wisata agar lebih aktif memberikan peringatan kepada pengunjung sejak di pintu masuk. Selain itu, wisatawan diminta untuk meningkatkan pengawasan, terutama terhadap anak-anak yang bermain di sekitar bibir pantai.

 

Sebelumnya, pada H+2 Lebaran, sedikitnya 25 anak juga dilaporkan terpisah dari keluarga saat berwisata di kawasan yang sama. Kondisi ini menambah panjang daftar kasus serupa selama musim liburan.

 

Balawisata mencatat, salah satu faktor utama yang kerap memicu kejadian tersebut adalah kurangnya pengawasan orang tua. Selain itu, penggunaan media sosial di lokasi wisata juga dinilai turut menjadi penyebab.

 

“Banyak orang tua yang lengah karena sibuk menggunakan media sosial, sehingga anak-anak mereka terlepas dari pengawasan,” kata Sahrudin.

 

Dengan meningkatnya angka kejadian, petugas berharap kesadaran pengunjung untuk lebih waspada dapat ditingkatkan guna mencegah insiden serupa terulang.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut