Banjir Rendam Perumahan Cikande Permai, Puluhan Kendaraan Mogok
SERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cikande dan sekitarnya selama hampir satu jam menyebabkan banjir di Perumahan Cikande Permai, Kabupaten Serang, pada Minggu (5/4/2026).
Genangan air dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter dilaporkan merendam sejumlah ruas jalan utama di kawasan perumahan tersebut, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Arus air yang cukup deras membuat pengendara kesulitan melintas, terutama di jalur utama perumahan yang menjadi akses keluar masuk warga.
Akibat kondisi tersebut, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok setelah nekat menerobos genangan banjir, diduga karena mesin kemasukan air.
Sejumlah pengendara terlihat terpaksa mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Selain merendam jalan, banjir juga dilaporkan masuk ke dalam rumah warga, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan potensi kerugian material.
Warga Perumahan Cikande Permai, Andi (35), mengatakan banjir kali ini cukup parah karena arus air deras dan cepat naik. “Kejadiannya cepat banget, belum ada satu jam hujan, air sudah setinggi lutut. Arusnya juga deras, jadi kendaraan susah lewat,” ujarnya.
Ia juga menyebut banyak kendaraan yang mogok akibat nekat menerobos banjir. “Banyak motor sama mobil yang mogok, soalnya tetap dipaksa lewat. Mesin langsung mati kena air,” tambahnya.
Sementara itu, warga lainnya, Siti (42), mengaku air banjir sempat masuk ke dalam rumahnya. “Air masuk ke dalam rumah, apalagi kalau ada mobil lewat, ombaknya itu loh yang bikin makin parah,” katanya.
Menurut Siti, persoalan utama banjir di kawasan tersebut adalah sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik. “Ini bukan pertama kali, drainasenya memang buruk. Air jadi tidak cepat surut,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang. “Kami minta drainase diperbaiki, jangan tiap hujan deras pasti banjir lagi,” ucapnya.
Editor : Mahesa Apriandi