Pelajar Tangerang Ciptakan Alat Berbasis AI untuk Deteksi Keamanan Gizi MBG
Alwan mengungkapkan, pengembangan Si Amanzi ini memanfaatkan teknologi AI dari sejumlah developer yang populer di Indonesia. Proses riset berlangsung selama sekitar empat bulan, mencakup kajian jurnal ilmiah, observasi lapangan, hingga wawancara dengan penerima MBG dan para guru.
Secara teknis, Alwan menjelaskan, alat tersebut bekerja melalui serangkaian tahapan pemeriksaan yang terintegrasi menggunakan conveyor. Tahap pertama dimulai dengan sterilisasi wadah makan atau ompreng MBG menggunakan sinar ultraviolet (UV).
Setelah itu, ompreng tersebut akan diisi makanan, kemudian kelayakan dan kandungan gizi menu tersebut dianalisis secara otomatis oleh kamera berteknologi AI yang mampu membaca kondisi makanan, kalori, serta nilai gizinya.
Editor : Mahesa Apriandi