Bedah Rumah di Pulomerak, TNI Bongkar Realitas Hunian Tak Layak Warga Cilegon
CILEGON, iNewsBanten - Program bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dijalankan Kodim 0623/Cilegon kembali membuka fakta di lapangan: masih ada warga yang hidup di tengah kondisi hunian yang jauh dari kata layak. Salah satunya dialami Sahria, warga Link Langon, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, yang sebelumnya tinggal di rumah berdinding rapuh, beratap bocor, dan berlantai tanah.
Intervensi TNI bersama warga setempat dilakukan secara gotong royong. Rumah yang semula berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan kini mulai dibenahi secara bertahap. Perbaikan tidak hanya menyasar struktur fisik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya solusi di tengah keterbatasan.
Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sosial rutin, melainkan respons atas kondisi riil masyarakat yang membutuhkan perhatian cepat. Menurutnya, keterlibatan TNI di wilayah tidak hanya soal pertahanan, tetapi juga menjawab persoalan kemanusiaan yang mendesak.
Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Mekarsari mengakui program ini sangat membantu warganya. Lurah H. Fatoni menyebut masih ada sejumlah rumah dengan kondisi serupa yang membutuhkan perhatian. Ia berharap kolaborasi seperti ini bisa berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga.
Program rutilahu di Pulomerak menjadi gambaran bahwa persoalan hunian layak masih menjadi pekerjaan rumah serius. Di tengah berbagai program pembangunan, realitas di tingkat bawah menunjukkan masih adanya kesenjangan yang membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar perencanaan.
Editor : Mahesa Apriandi