Krisis Air Sawah di Cilegon Terungkap, TNI Bangun Pipanisasi untuk Selamatkan Lahan Petani
CILEGON, iNewsBanten – Permasalahan klasik kekurangan air yang selama ini dikeluhkan petani di Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, akhirnya mulai menemukan solusi. Keterbatasan akses air, terutama saat musim kemarau, membuat sebagian lahan pertanian terancam gagal panen dan tidak tergarap optimal.
Kondisi tersebut mendorong TNI melalui program TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon turun langsung membantu masyarakat dengan membangun sistem pipanisasi air. Program ini bertujuan mengalirkan air dari sumber menuju area persawahan warga agar kebutuhan irigasi dapat terpenuhi secara lebih stabil.
Pembangunan pipanisasi dilakukan secara gotong royong antara anggota TNI dan warga setempat. Selain mempercepat proses pengerjaan, keterlibatan masyarakat juga memperkuat kolaborasi dalam mengatasi persoalan yang selama ini dirasakan petani.
Selama ini, para petani mengaku hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah mereka. Ketika musim kemarau tiba, banyak lahan yang terpaksa dibiarkan kering karena minimnya pasokan air. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Dengan adanya program pipanisasi dari TNI, kami sangat terbantu. Sekarang sawah kami sudah mulai terairi dengan baik dan tidak lagi kesulitan air,” ujar Mardiana, salah satu petani setempat.
Program ini dinilai menjadi solusi konkret atas persoalan irigasi yang selama ini belum tertangani secara maksimal. Dengan tersedianya aliran air yang lebih stabil, petani kini memiliki harapan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.
Selain itu, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur sederhana seperti pipanisasi juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam menyelesaikan persoalan dasar, khususnya di sektor pertanian.
Editor: Mahesa Apriandi