Korban Tewas Kecelakaan Diduga Libatkan Mobil Pejabat Pandeglang Bertambah Jadi Dua Orang
PANDEGLANG, iNewsBanten — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang diduga dikendarai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, kembali bertambah. Setelah sebelumnya seorang siswa dilaporkan meninggal, kini satu korban lainnya, seorang pedagang, turut mengembuskan napas terakhir.
Korban diketahui bernama Dewi, warga Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Ia meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Berkah Pandeglang.
“Dewi meninggal tadi jam 15.00 WIB,” ujar Rika Novianti, guru SDN Sukaratu 5, dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Dewi sempat mendapatkan penanganan medis sejak kejadian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya.
Rika menjelaskan, Dewi sehari-hari berjualan di depan SDN Sukaratu 5. Ia dikenal sebagai pedagang jajanan takoyaki yang cukup akrab dengan para siswa.
“Jualan takoyaki di depan sekolah,” katanya.
Dewi meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, masing-masing di tingkat SD dan SMP.
Sementara itu, kondisi korban luka lainnya perlahan mulai membaik. Dari enam siswa yang sempat dirawat di RSUD Berkah Pandeglang, empat di antaranya sudah diperbolehkan pulang pada hari ini.
“Yang sudah pulang ada empat siswa. Tinggal dua yang masih dirawat,” ungkap Rika.
Ia menambahkan, satu siswa dijadwalkan menjalani operasi akibat luka sobek di bagian bibir. Sedangkan satu siswa lainnya berencana dirujuk ke klinik untuk penanganan lanjutan.
“Cuma satu yang mau dioperasi bibirnya. Yang satunya mau dirujuk ke klinik,” jelasnya.
Selain para siswa, satu pedagang lain juga dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan tengah mendapatkan perawatan intensif.
“Yang pedagang itu kritis kata dokternya,” pungkas Rika.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan yang menelan korban jiwa tersebut.
Editor : Mahesa Apriandi