get app
inews
Aa Text
Read Next : Didampingi Kuasa Hukum PAHAM, Ketua Gema MA Banten Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polda Banten

Polisi Periksa Pejabat Pandeglang terkait Kecelakaan Tewaskan Siswa SD dan Pedagang

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:22 WIB
header img
Polisi memeriksa Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, pengendara yang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5. (Foto: iNewsBanten).

PANDEGLANG, iNewsBanten - Kasus kecelakaan maut di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova bernomor pelat A 1633 BF, terus bergulir. Polisi telah memeriksa pengemudi yang diketahui merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

Kasat Lantas Polres Pandeglang, Burhanudin Surya Muhammad, kepada iNewsBanten menjelaskan bahwa proses penanganan perkara saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk sementara masih dalam proses penyelidikan. Penyidik baru saja melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi korban yang baru keluar dari rumah sakit, dengan pendampingan orang tua bagi korban yang masih di bawah umur,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dia menambahkan, pemeriksaan terhadap pengemudi kendaraan juga telah dilakukan setelah sebelumnya menjalani perawatan medis di rumah sakit, termasuk tindakan cuci darah.

“Pengemudi sudah kami lakukan pemeriksaan setelah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit,” katanya.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) pukul 09.30 WIB, saat para siswa tengah berada di luar kelas untuk membeli jajanan di waktu istirahat. Kendaraan yang melaju diduga hilang kendali dan menabrak sejumlah orang di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, total sembilan orang menjadi korban. Tujuh di antaranya merupakan siswa SDN Sukaratu 5, sementara dua lainnya adalah warga yang berada di sekitar lokasi, yakni seorang pedagang dan seorang sales.

Dari jumlah korban tersebut, dua orang tewas, yakni seorang siswa kelas 4 dan seorang pedagang bernama Dewi warga Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo.

Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang sebelum akhirnya tewas pada Jumat (1/5/2026) pukul 15.00 WIB. Sehari-hari, Dewi berjualan jajanan di depan sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Korban meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah, masing-masing di tingkat SD dan SMP.

Kasat Lantas menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menangani perkara ini sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga memastikan akan terus mendalami kasus guna mengungkap secara utuh kronologi dan penyebab kecelakaan.

“Perkara ini sudah kami proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut