get app
inews
Aa Text
Read Next : Stok Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Diprediksi 35.000 Ekor untuk Iduladha 2026

Jelang Iduladha, Permintaan Hewan Sapi di Tangerang Melonjak 90 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:24 WIB
header img
Lapak penjualan hewan kurban di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan (Foto: Sultan Tanjung).

TANGERANG, iNews Banten - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, permintaan hewan kurban di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai menggeliat. Peningkatan penjualan tembus 90 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Seorang pedagang hewan kurban di Tangerang, Fadli mengatakan, jenis sapi yang paling banyak diminati masyarakat Jabodetabek terdiri dari dua kategori, yakni sapi ras lokal dan sapi peranakan hasil kawin silang.

"Untuk penjualan ada kenaikan signifikan di tahun ini, terhitung h-1 bulan itu udah 90 persen penjualan, untuk sisanya tinggal beberapa sapi yang emang segmented, termasuk sapi-sapi yang ekonomis yang harganya sekitar 14 sampai 22 juta rupiah," ujar Fadli, Senin (11/5/2026).

Fadli sendiri menyediakan sebanyak 300 ekor sapi untuk musim kurban pada tahun ini. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 280 ekor sapi sudah terjual.

"Jadi dari Sumbawa didrop kesini selama 8 bulanan jadi udah sapi alami sini, terus ada juga sapi-sapi yang saya beli yang dikirim dadakan h-1 bulan," tuturnya.

Meski harga jual sapi tahun ini relatif stabil, bobot sapi mengalami sedikit penurunan dibanding tahun lalu akibat penyesuaian daya beli masyarakat.

Saat ini, harga sapi kurban yang dijual berkisar Rp14 juta hingga Rp40 juta per ekor. Untuk harga Rp 14 juta, bobot sapi berada di kisaran 220 kilogram, sementara sapi dengan bobot 280 kilogram dihargai Rp 21 juta, sedangkan sapi dengan harga Rp 40 juta memiliki bobot mencapai 580 hingga 600 kilogram.

"Ada kenaikan harga tapi gak signifikan, harganya sama tapi bobot sapinya turun," jelasnya.

Fadli memastikan, hewan sapi yang dijual olehnya telah melalui proses perawatan yang intensif, mulai dari pemberian pakan odot atau rumput gajah dan tumbuhan lamtoro. 

"Setelah itu kita suntikan vitamin Multivitamin B Compleks untuk menopang daya tubuhnya dan merecovery ulang, setelah itu diberikan makanan penguat seperti singkong, ampas tahu, untuk menjaga kualitas dagingnya tetap sama seperti yang di kampung," jelasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut