Pasokan Komoditas Tersendat, Operasional KDMP di Tangerang Terhambat
Tangerang, iNews Banten - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tangerang masih menghadapi kendala distribusi komoditas atau kebutuhan pokok untuk menunjang operasional koperasi di tingkat desa.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, saat ini sebanyak 250 unit KDMP sudah berjalan di Kabupaten Tangerang. Namun, operasional koperasi masih menghadapi kendala distribusi dan pasokan barang kebutuhan pokok dari distributor.
"Ada beberapa kendala terkait pasokan sembako dari distributor. Kami memohon bantuan Bulog dan Pertamina agar dapat mempercepat dukungan sehingga operasional koperasi di desa-desa tidak terhambat," kata Maesyal dikutip Minggu (17/5/2026).
Menurut Maesyal, distribusi kebutuhan pokok menjadi faktor penting agar koperasi dapat menjalankan aktivitas usaha dan memenuhi kebutuhan masyarakat di desa.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga masih melakukan pembinaan terhadap sejumlah KDMP yang belum sepenuhnya mandiri dalam pengelolaan usaha koperasi. Tercatat, masih ada 24 koperasi yang saat ini menjalani pembinaan intensif oleh Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang.
"Masih ada 24 koperasi yang saat ini dalam proses pembinaan intensif oleh Dinas Koperasi.
Kami targetkan dalam waktu dekat seluruhnya sudah dapat berjalan mandiri," tuturnya.
Untuk mendukung keberlangsungan bisnis KDMP, Pemkab Tangerang turut menggandeng perusahaan swasta melalui program corporate social responsibility (CSR).
"Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus menggandeng CSR dan pihak ketiga. Alhamdulillah, di Kabupaten Tangerang sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan CSR dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar," ungkapnya.
Editor : Mahesa Apriandi