Kekeringan Meluas, 13 Kecamatan di Tangerang Krisis Air Bersih
Tangerang, iNews Banten - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, sedikitnya 13 kecamatan di daerahnya mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, terdapat 64 desa dari 13 kecamatan tersebut mengalami kekeringan imbas kemarau ekstrem atau El Nino Godzilla yang saat ini masih terjadi.
Taufik merinci, 13 kecamatan terdampak di antaranya Legok, Tigaraksa, Jambe, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru serta Pagedangan.
"Terkait dengan kebutuhan air bersih hingga saat ini, kekeringan melanda 13 kecamatan di kabupaten Tangerang, kemudian 64 desa atau kelurahan," kata Taufik, Kamis (6/8/2026).
Akibat kondisi kekeringan tersebut, sebanyak 6.260 jiwa dari 1.565 keluarga mengalami krisis air bersih.
Taufik memprediksi, kondisi kekeringan akibat kemarau ekstrem yang telah terjadi sejak Mei ini akan terus berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang.
"Dari dampak kemarau panjang, terjadilah kekeringan, kekeringan ini menyebabkan beberapa masalah, diantaranya, kekurangan air bersih, kebakaran, dan potensi puso atau gagal panen pada lahan pertanian," jelasnya.
Sementara ini, kata Taufik, pihaknya sedang berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PMI, Perkim, PDAM, serta swasta untuk mendistribusikan bantuan air bersih pada warga yang terdampak.
"Dan alhamdulillah, kami bersama pemerintah daerah seperti BPBD dan Perkim serta pmi dan swasta lainnya, bersinergi untuk menyalurkan bantuan air bersih ini, alhamdulillah seluruhnya air terpenuhi," jelasnya.
Editor : Mahesa Apriandi