Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkab Tangerang Rotasi Tiga Pejabat Eselon II, Kasatpol pp Jadi Staf Ahli Bupati
Advertisement . Scroll to see content

Pilu! Potret Kehidupan Bu Bedah Ditengan Kemajuan Modern Kota Tangerang

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:58 WIB
  • author / Tim iNews
Pilu! Potret Kehidupan Bu Bedah Ditengan Kemajuan Modern  Kota Tangerang
Tenda biru milik bu bedah (foto istimewa)

SETU, iNewsBanten – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus tumbuh. Gedung-gedung berdiri, kawasan permukiman dan pusat ekonomi berkembang, sementara pembangunan kota terus digenjot.

Namun, di balik wajah kota yang kian modern itu, masih ada warga yang harus berjuang sekadar mencari tempat untuk berteduh, salah satunya adalah Bu Bedah, Rabu (7/10/2026).

Janda dengan tiga anak dan seorang cucu itu sempat tinggal di dalam tenda sederhana di tanah kosong setelah tak mampu membayar kontrakan selama tiga bulan.

Beratapkan terpal dan beralaskan tanah, tenda menjadi tempat Bu Bedah bertahan hidup. Kisahnya kemudian viral di media sosial dan membuka perhatian terhadap kondisi warga rentan di tengah pesatnya perkembangan Tangsel.

Camat Setu, Bunga Pranatalia Putri mengatakan, persoalan Bedah bermula dari tunggakan kontrakan selama tiga bulan.

Masalah pembayaran kemudian berujung pada persoalan dengan pemilik kontrakan. Bedah akhirnya meninggalkan tempat tinggal tersebut dan mendirikan tenda di tanah kosong.

“Yang terbaru karena memang saya tanya kenapa sampai mendirikan tenda di tanah kosong itu ternyata ada konflik pribadi bersama dengan penyewa yang lama,” kata Bunga.

Saat berada di tanah kosong, Bedah tidur seorang diri di dalam tenda. Sementara anak-anaknya mengungsi di rumah tetangga.

Kondisi itu menggambarkan betapa tipisnya batas antara bertahan hidup dan kehilangan tempat tinggal bagi keluarga dengan penghasilan tidak tetap.

Kondisi Bedah kemudian menjadi perhatian pemerintah Kecamatan Setu. Pada 5 Oktober 2026, Bunga bersama Lurah Babakan Teten mendatangi Bedah untuk mengecek kondisinya secara langsung.

Saat didatangi, Bu Bedah ternyata sudah mendapatkan kontrakan baru di RT 3/RW 3, Kelurahan Babakan. Proses pindahan masih berlangsung.

“Kemarin tanggal 5 Oktober saya beserta Pak Lurah Babakan, Pak Teten, sudah mengunjungi rumah kediaman Bu Bedah yang terbaru, yaitu di RT 3 RW 3 Babakan,” ujar Bunga.

Tenda yang sebelumnya menjadi tempat tinggal Bedah juga telah dibongkar. Barang-barangnya dipindahkan dan lokasi tanah kosong tersebut sudah dibersihkan.

Untuk urusan tempat tinggal, setidaknya persoalan Bedah untuk sementara mendapatkan jalan keluar.

Di sinilah kisah Bu Bedah menjadi lebih dari sekadar cerita tentang sebuah tenda. Bunga menyebut Bedah tercatat dalam sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk P3KE, kemiskinan ekstrem dan PKH.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga telah memberikan bantuan sembako dan bantuan lainnya, tetapi bantuan yang sudah diterima tidak serta-merta membuat persoalan ekonomi selesai.

Bu Bedah tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai buruh cuci dan setrika rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketika penghasilan tidak pasti sementara kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan pokok harus tetap dibayar, satu tunggakan saja bisa membuat keluarga kehilangan tempat tinggal.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut