Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rumah Terseret Arus Sungai Cidurian, Warga Cikande Kabupaten Serang Hidup dalam Ancaman Longsor
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Kembali Dipantau, Polda Banten Keluarkan Imbauan untuk Warga

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:35 WIB
  • author romli
Gunung Anak Krakatau Kembali Dipantau, Polda Banten Keluarkan Imbauan untuk Warga
Anak gunung Krakatau kembali erupsi periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB dari Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau

SERANG, iNewsBanten.id – Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level II atau Waspada.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB dari Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, teramati 4 kali letusan dengan amplitudo 39–55 mm dan durasi 20–798 detik.

Selain itu, tercatat aktivitas kegempaan berupa 2 kali gempa Low Frequency, 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam. Tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm, dominan 2 mm.

Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga kabut 0–III, sementara asap kawah maupun kolom erupsi tidak teramati. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, Polda Banten mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada serta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari instansi yang berwenang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah pesisir Banten agar memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti setiap rekomendasi dari PVMBG,” ujar Maruli.

 

Maruli menegaskan, berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menerima informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, pastikan sumbernya berasal dari instansi resmi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut