get app
inews
Aa Text
Read Next : Nelayan Tersingkir, Pemerintah Diam: Reklamasi Bojonegara- Serang Rampas Ruang Hidup Warga Pesisir

Laut Makin Sempit, Nelayan Bojonegara Kepung Kawasan PT Gandasari Energy  

Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:48 WIB
header img
Laut Makin Sempit, Nelayan Bojonegara Kepung Kawasan PT Gandasari Energy (Foto:iNewsBanten)

SERANG, iNewsBanten id- Ketegangan antara masyarakat pesisir dan aktivitas industri kembali mencuat di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Ratusan nelayan dari sejumlah desa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan PT Gandasari Energy, Jumat (5/6/2026), menuntut kejelasan kompensasi serta meminta pemerintah mengusut dugaan dampak reklamasi yang dinilai mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan tradisional.

 

Aksi yang melibatkan nelayan dari Desa Karang Kepuh, Desa Bojonegara, dan Desa Margagiri itu berlangsung melalui jalur laut.

 

Puluhan kapal nelayan bergerak menuju kawasan perusahaan sebagai bentuk protes simbolik terhadap aktivitas yang mereka sebut telah mengubah kondisi perairan di wilayah pesisir Bojonegara.

 

Setelah merapat di sekitar kawasan perusahaan, para nelayan turun ke darat dan menggelar orasi. Massa membentangkan berbagai spanduk bertuliskan tuntutan terkait kompensasi, transparansi perizinan reklamasi, hingga penyelamatan ruang tangkap nelayan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

 

Dalam orasinya, Mahdum, tokoh nelayan yang ikut memimpin aksi, mengaku hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir sejak adanya aktivitas pembangunan dan reklamasi di kawasan tersebut.

 

Menurutnya, perubahan kontur dasar laut, lalu lintas kapal industri, serta penyempitan area tangkap diduga menjadi faktor yang mempengaruhi keberadaan ikan di wilayah tangkapan tradisional nelayan.

 

 

"Kami tidak menolak pembangunan dan investasi. Tetapi jangan sampai pembangunan dilakukan dengan mengorbankan nelayan yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut ini. Kami ingin kejelasan dan keadilan," tegas Mahdum di hadapan peserta aksi.

 

Sejumlah nelayan juga mengaku hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai bentuk kompensasi yang pernah dijanjikan kepada masyarakat terdampak.

 

Mereka menilai komunikasi antara perusahaan dan warga pesisir masih minim sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

 

Selain persoalan kompensasi, massa aksi mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan audit serta peninjauan lapangan terhadap aktivitas reklamasi yang berlangsung di kawasan pesisir Bojonegara.

 

Para nelayan meminta adanya keterbukaan mengenai dokumen perizinan, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga hasil pengawasan dari instansi berwenang terhadap aktivitas reklamasi yang dilakukan perusahaan.

 

"Kami ingin semua dibuka secara transparan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika ruang hidupnya berubah. Jika memang seluruh perizinan lengkap dan tidak ada dampak, tunjukkan kepada masyarakat," ujar salah seorang peserta aksi.

 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serang, Sabihis, yang turut hadir dalam aksi tersebut meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog terbuka.

 

Menurutnya, persoalan yang berkembang di Bojonegara tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu konflik sosial antara masyarakat pesisir dengan pihak perusahaan.

 

"Kami meminta pemerintah daerah segera memfasilitasi pertemuan antara nelayan, perusahaan, dan instansi terkait agar semua persoalan dapat dibahas secara terbuka. Jangan sampai konflik ini semakin membesar karena tidak adanya ruang komunikasi," kata Sabihis.

 

Kekecewaan massa semakin terlihat ketika hingga aksi berakhir tidak ada perwakilan manajemen PT Gandasari Energy yang menemui peserta demonstrasi secara langsung.

 

 

Kondisi tersebut memicu berbagai reaksi dari peserta aksi yang merasa aspirasi mereka belum mendapat perhatian serius.

 

Bahkan, sejumlah koordinator lapangan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.

 

Mereka mengklaim ribuan nelayan dari berbagai wilayah pesisir Kabupaten Serang siap bergabung dalam gelombang aksi berikutnya apabila tidak ada langkah konkret dari perusahaan maupun pemerintah.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Gandasari Energy belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan kompensasi, dugaan dampak reklamasi, maupun tuntutan transparansi yang disampaikan para nelayan.

 

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak perusahaan juga belum memperoleh jawaban.

 

Aksi demonstrasi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian dari Polsek Bojonegara dan berakhir dalam keadaan tertib tanpa bentrokan. Namun demikian, tuntutan nelayan terkait kompensasi, keberlanjutan mata pencaharian, transparansi perizinan, serta dugaan dampak reklamasi terhadap ekosistem pesisir masih menjadi persoalan yang menunggu jawaban dari pihak terkait.

 

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut