Tahanan Polresta Tangerang Tewas Bunuh Diri di RS Polri, Polisi Lakukan Olah TKP
Tangerang, iNews Banten - Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tempat seorang tahanan Polresta Tangerang berinisial SW (49) tewas diduga bunuh diri.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi membenarkan insiden tersebut. Insiden itu dilaporkan terjadi pada Minggu (26/7/2026).
"Berdasarkan informasi dari Kapolsek yang menangani, memang benar ada tahanan titipan dari Polresta Tangerang yang diduga meninggal akibat bunuh diri," kata Made kepada para awak media melalui gawai, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, penyidik dari Polsek Kramat Jati bersama Tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kematian tahanan titipan dari Polresta Tangerang tersebut.
"Tentunya pertama kali kita lakukan olah TKP ya, cek TKP dari Polsek Kramat Jati beserta Inafis dari Polres. Ya memeriksa semua, memeriksa semua seperti apa lokasi kejadian itu. Nanti bisa diketahui penyebabnya apakah dia murni," jelasnya.
Meski demikian, Made mengaku belum mengetahui kasus hukum yang menjerat SW karena statusnya merupakan tahanan titipan Polresta Tangerang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jajaran internal Polresta Tangerang, SW merupakan tersangka kasus pencabulan di wilayah Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ia dirawat di RS Polri Kramat Jati guna mendapatkan perawatan intensif lantaran diduga mengalami gangguan mental.
iNews.id telah berupaya mengonfirmasi peristiwa itu ke Polresta Tangerang dan Polda Banten. Namun pihak kepolisian setempat belum dapat memberikan keterangan resmi atas kematian tahanan tersebut.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menduga adanya kelalaian dari pengawas tahanan dalam insiden tewasnya seorang tersangka dengan cara gantung diri
"Yang perlu didalami itu tentu soal pengawasan, keselamatan dan keamanan dari tahanan itu. Mungkin ini kelalaian dari pengawas," ujar Sugeng.
Menurutnya, kasus tewasnya tahanan di RS Polri Kramat Jati ini murni tindakan bunuh diri. Sugeng menilai tidak ada tekanan dari pihak mana pun yang memicu tahanan tersebut mengakhiri hidupnya.
"Dia memang meninggal bunuh diri bukan karena adanya intervensi dari pihak lain di luar dirinya," jelasnya.
Oleh karena itu, kata Sugeng, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan terhadap tahanan.
Editor : Mahesa Apriandi