Warga Setempat Diberdayakan Kelola Sampah Limbah Industri, Lingkungan Terjaga Ekonomi Bertambah
CILEGON, iNewsBanten – Pengelolaan limbah industri masih menjadi persoalan penting di kawasan industri Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, warga sekitar kini dilibatkan dalam kegiatan pemilahan dan pengelolaan limbah industri yang masih memiliki nilai manfaat. Sebanyak 70 warga dari sejumlah desa diberdayakan untuk mengumpulkan dan memilah limbah berdasarkan jenisnya.
Material limbah yang masih memiliki nilai ekonomis dipisahkan untuk dimanfaatkan kembali, sedangkan limbah yang tidak dapat digunakan dikelola sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan di kawasan industri, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Tunas Mitra Tehnik (TMT), H. Aliman, mengatakan pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya memberikan manfaat ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional.
“Pemberdayaan masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk memberikan manfaat bagi warga di sekitar wilayah operasional. Saat ini, kami melibatkan sebanyak 70 warga setempat dari beberapa desa dalam kegiatan pemilahan dan pengelolaan limbah industri,” ujar H. Aliman.
Menurutnya, pengelolaan limbah tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga lingkungan kawasan industri tetap terjaga sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Jumanti, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan pemilahan limbah tersebut. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, warga juga mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan dari limbah yang masih dapat dimanfaatkan.
“Alhamdulillah, sejak saya bekerja memilah limbah industri, saya sangat terbantu. Dari penghasilan ini saya bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Jumanti.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan industri, pengelolaan limbah diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Editor : Mahesa Apriandi