Tim SAR Masih Pantau Pulau Sertung dari Jarak Aman, Keselamatan Personel Jadi Prioritas
PANDEGLANG, iNewsBanten.id — Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) terus dilakukan. Namun, hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan belum menurunkan personel untuk menyisir langsung Pulau Sertung.
Pulau Sertung masih dipantau secara visual dari jarak aman. Kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi pertimbangan utama karena operasi pencarian harus tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penyisiran langsung saat ini dilakukan di Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Sementara untuk Pulau Sertung, tim masih melakukan pemantauan dari laut.
“Memang Sertung belum itu masuk ke radius tiga kilometer (jarak bahaya). Yang teman-teman lakukan penyisiran di Pulau Rakata dan Pulau Panjang dan mereka turun langsung ke situ. Kalau visual ke Sertung sudah dari hari pertama, tapi dengan jarak aman paling tidak kita tetap memperhatikan safety,” ujar Al Amrad, Kamis (11/9/2026).»
Menurut Al Amrad, kemungkinan tim SAR melakukan penyisiran langsung di Pulau Sertung masih terbuka. Namun, keputusan tersebut akan melihat perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebelum personel diterjunkan, tim SAR akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan kondisi di sekitar Pulau Sertung memungkinkan bagi pelaksanaan operasi.
«“Nanti kami berkoordinasi dengan PVMBG kalau masuk ke situ dengan kondisi erupsi besok seperti apa,” katanya.
Sementara itu, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal memasuki hari ketiga. Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi pada Senin (7/9/2026).
Operasi pencarian hingga kini terus diperluas dengan melibatkan unsur SAR gabungan. Tim tidak hanya mengejar titik pencarian, tetapi juga memastikan setiap langkah operasi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel.
Editor: Mahesa Apriandi