Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Civitas UMT Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Advertisement . Scroll to see content

Keluarga Bagus Khoirunnas Menanti Kepastian, Persiapan Salat Jenazah Dilakukan

Sabtu, 26 September 2026 | 16:03 WIB
  • author Romli
Keluarga Bagus Khoirunnas Menanti Kepastian, Persiapan Salat Jenazah Dilakukan
"Minta doanya, semoga anak saya M Bagus Khoirunnas segera ditemukan,” ujarnya.


LEBAK, iNewsBanten – Keluarga M Bagus Khoirunnas mulai mempersiapkan salat jenazah untuk jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda. Namun, hingga kini keberadaan Bagus masih belum diketahui.

Mansur, ayah Bagus, mengatakan pihak keluarga telah berkoordinasi dengan sejumlah ulama untuk melaksanakan salat jenazah di beberapa masjid di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

“Ya, kita sudah berkoordinasi dengan para ulama dan akan melaksanakan salat jenazah di beberapa masjid yang berada di Rangkasbitung,” ujar Mansur, Jumat (25/9/2026).

Keputusan tersebut diambil keluarga setelah tim SAR menghentikan operasi pencarian terhadap Bagus. Salat jenazah akan menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi Bagus di tengah belum adanya kepastian mengenai keberadaannya.

Meski demikian, Mansur mengaku pihak keluarga masih berharap mendapatkan kabar mengenai putranya. Harapan untuk menemukan Bagus tetap ada meski proses pencarian resmi telah dihentikan.

Keluarga kini menunggu informasi lebih lanjut terkait keberadaan Bagus, sembari mempersiapkan pelaksanaan salat jenazah di sejumlah masjid di Rangkasbitung.

“Minta doanya, semoga anak saya M Bagus Khoirunnas segera ditemukan,” ujarnya.

Mansur mengaku, keluarga sudah berusaha menerima kemungkinan terburuk. Namun, harapan untuk menemukan Bagus tetap ada.

“Saya dan keluarga sudah mengikhlaskan,” ucapnya.

Bagus merupakan salah satu dari lima jurnalis yang berangkat menggunakan Kapal Cepat Arupadhatu I dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026). Mereka hendak meliput aktivitas GAK di Selat Sunda.

Kapal tersebut kemudian kehilangan kontak. Hingga kini, Bagus, empat jurnalis lainnya, kapten kapal, pemandu, dan satu ABK masih belum ditemukan.

Penemuan Surakman, salah satu ABK Arupadhatu I di perairan Enggano, Bengkulu, sebelumnya kembali membuka harapan keluarga. Namun, tim SAR telah menghentikan operasi pencarian setelah melakukan penyisiran selama 10 hari.

Langkah tersebut keluarga ambil sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Bagus setelah tim SAR menghentikan operasi pencarian. Namun, Mansur tetap berharap ada kabar tentang keberadaan putranya.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut